Bab Dua Belas

Pelan-pelan kubuka pintu, cuma selebar celah tipis. Dari sela itu, kulihat Henry menunduk, berbisik di telinga perempuan itu. Si perempuan membalas dengan tawa kecil yang lembut, seolah manja.

Dan entah kenapa, dadaku langsung sesak.

Aku ingin jadi yang ada di posisi itu. Aku ingin jadi yang dibun...

Masuk dan lanjutkan membaca