Sembilan puluh empat

"Apa-apaan ini!" si brengsek itu membentak.

"Berani-beraninya kamu?" Dia berteriak sambil mengangkat tangannya untuk menamparku. Entah bagaimana caranya, bartender itu sudah ada di depanku, menahan tangan si brengsek itu agar tidak menamparku.

"Tidak ada perkelahian di sini." Dia memperingatkan da...

Masuk dan lanjutkan membaca