Bab 31

Aku menghela napas berat saat detak jantungku semakin cepat. Wajah dan tawa Lia memenuhi kepalaku. Aku menghantamkan sarung tinju ke kantong tinju. Sudah lebih dari satu jam aku berlatih tinju.

Seharusnya aku sudah kelelahan, tapi nyatanya tidak. Aku mempercepat ritme, memukul dan memukul, mencoba ...

Masuk dan lanjutkan membaca