Bab 381 Kecantikan Pemarah

Setelah beberapa saat, sopir itu membuka mulut, suaranya licin dan menjijikkan sampai bikin bulu kudukku berdiri. “Mbak, kok malam-malam begini pergi ke tempat minum sendirian?”

Aku memalingkan wajah, menatap keluar jendela, sengaja mengabaikannya supaya tak perlu meladeni orang mesum seperti dia.

...

Masuk dan lanjutkan membaca