Bab 465 Diana, Terima Kasih

Menunggu empat puluh delapan jam rasanya seperti seumur hidup. Aku bertahan di depan pintu ruang observasi, terlalu takut untuk memejamkan mata, khawatir akan melewatkan gerakan sekecil apa pun.

“Kamu bisa tumbang kalau begini terus.”

Suara Lila, di bawah kelap-kelip lampu darurat lorong, terdenga...

Masuk dan lanjutkan membaca