Tangan Bernoda Darah

“Karena urusan kita sudah beres, turunlah bersamaku. Kita akhiri jamuan malam ini.”

Matty mengulurkan tangan dengan sikap seorang gentleman, menahannya tepat di depan Taya.

Tatapan Taya jatuh pada tangan itu—telapak yang masih berlumur darah—dan tanpa bisa dicegah, senyum pahit terbit di bibirnya....

Masuk dan lanjutkan membaca