Bab 744 Jangan Marah

Armando menutup wajahnya, menatap Ryder dengan tak percaya. Pipi dan rahangnya masih panas perih, tapi yang lebih menyiksa adalah harga dirinya.

Ditempeleng di depan orang!

Sialan, orang kere macam ini benar-benar berani memukul dia!

“Aku mau kamu mati!” Armando mengaum. “Bikin perempuan itu caca...

Masuk dan lanjutkan membaca