157

Itu Bavanda.

Tapi... tidak sepenuhnya.

Rambutnya berantakan, wajahnya terpelintir dengan cara yang tidak dikenalnya. Matanya—gelap, penuh badai—berbeda, lebih dingin, seolah esensi dirinya telah dilucuti. Dia berdiri diam, hanya menatapnya, ketenangan yang menyeramkan mengelilinginya.

Denyut nadi...

Masuk dan lanjutkan membaca