171

Selene telah berlari sampai paru-parunya hampir meledak.

Pohon-pohon menjadi saksi bisu, angin berteriak tak acuh. Dia terjatuh di atas lumut hitam yang terbakar di dalam hutan utara, menangis dalam telapak tangannya.

Kenapa aku tidak cukup? Pikirnya berulang kali.

Dia telah mengemas barang-baran...

Masuk dan lanjutkan membaca