Bab 218: Kamu menjerit indah.

Anastasia menoleh ke kanan-kiri, lalu menarikku masuk ke kamarku. Pintu menutup pelan di belakang kami.

Kamarku remang, cuma diterangi sisa pijar perapian yang hampir padam. Aku tak langsung bicara. Dadaku masih terasa sesak, pikiranku saling bertabrakan.

Aku melangkah ke jendela, butuh merasakan ...

Masuk dan lanjutkan membaca