Bab 331: Harapan

Aku terbangun sebelum yang lainnya, dan cahaya abu-abu fajar yang samar merayap melalui tirai tipis. Aku tetap diam, menatap langit-langit yang retak dan mendengar gemuruh roda gerobak yang teredam di jalan di luar. Ruangan itu berbau debu yang mengendap dan sabun. Kasurnya tipis dan selimutnya kasa...

Masuk dan lanjutkan membaca