Bab 100

Setelah dengung megafon itu lenyap, yang tersisa di kawasan pabrik terbengkalai hanyalah suara angin.

Bima berdiri kaku, punggung tegak, tak bergerak.

Waktu merayap, detik demi detik.

Setiap detik penantian seperti menyiksa urat saraf Alya.

Dia menunggu apa?

Saat Alya nyaris kehilangan kendali ...

Masuk dan lanjutkan membaca