Bab 172

Saat itu juga, waktu terasa memanjang seperti benang tipis yang ditarik pelan-pelan.

Fajar, yang barusan masih nyengir lebar dan siap memperkenalkan diri pada Beni, mendadak kaku.

Dan Beni, yang sedari tadi ia perlakukan seperti tamu agung, ikut berhenti melangkah.

Beni menoleh sedikit. “Siapa it...

Masuk dan lanjutkan membaca