Bab 180

Dua hari berikutnya lewat dalam sunyi yang aneh, mencekam.

Di kamar itu cuma tersisa dua suara.

Yang satu, gesekan pensil Alya di atas kertas putih; yang satu lagi, auman angin dan hujan di luar jendela yang perlahan kian melemah.

Alya menenggelamkan dirinya sepenuhnya ke dalam pekerjaan. Meja k...

Masuk dan lanjutkan membaca