Bab 213

Aroma kopi masih menggantung di udara, tapi sama sekali nggak sanggup menutupi ketegangan yang mendadak menyusup di ruang privat itu.

Entah sudah berapa lama, Sinta tetap membeku dalam posisi serba salah, kepala tertunduk, tatapannya terpaku pada layar ponsel yang gelap di atas karpet.

“Kok diem?...

Masuk dan lanjutkan membaca