Bab 229

Di rumah aman itu, udaranya pengap.

Alya duduk sendirian di dekat jendela kaca besar dari lantai sampai plafon, menggenggam secangkir kopi yang sudah lama dingin.

Di luar, lampu kota menjalin lautan cahaya yang gemerlap, tapi tak seberkas pun sanggup menyusup ke dalam dadanya.

“Om Sharp…”

Nama ...

Masuk dan lanjutkan membaca