Bab 238

Apartemen itu porak-poranda.

Alya tergeletak tertindih di lantai, menatap pemandangan yang menghancurkan di depannya. Tangis dan jeritnya pelan-pelan mereda, digantikan putus asa yang beku, seperti mati rasa.

Mimpi yang ia bangun mati-matian selama lima tahun hancur dalam satu sore.

“Buang dia ke...

Masuk dan lanjutkan membaca