Bab 264

Di ujung lain panti jompo, suara Sophie yang dingin dan tegas terdengar lewat earphone Benjamin.

“Sekarang, Ben.”

Bersembunyi di balik bayang-bayang, Benjamin tak menunggu sedetik pun. Ia menekan tombol aktivasi pada alat pembakar kecil yang sudah ia pasang sebelumnya.

Ledakan tumpul merobek suny...

Masuk dan lanjutkan membaca