Bab 296

"Tahan dulu!"

Citra menarik lengan Bima dan mendorongnya kembali duduk di sofa.

Amarah yang nyaris meledak dalam diri Bima sedikit mereda saat ia merasakan sentuhan ujung jari Citra yang dingin.

Laki-laki itu menoleh menatapnya, namun kilat kelam di matanya belum sepenuhnya sirna.

"Masalahnya n...

Masuk dan lanjutkan membaca