Bab 42

Tidur kali ini justru terasa damai, di luar dugaan.

Belum sempat Alya meregang malas menyambut pagi, serpihan ingatan semalam tiba-tiba menyerbu kepalanya.

Ia langsung duduk tegak.

Sisi ranjang di sebelahnya kosong; seprai dingin, sudah lama kehilangan hangat dan aroma Beni.

Beni pergi.

Alya me...

Masuk dan lanjutkan membaca