Bab 43

Alya memasang raut wajah panik dan khawatir yang dibuat-buat. "Citra? Kok bisa kamu?"

Ia bergegas maju, matanya menangkap darah yang menetes dari dahi Citra. Sontak, ia menutup mulutnya, memaksakan ekspresi bersalah dan penuh penyesalan.

"Astaga! Kamu terluka!"

"Maaf, maaf banget! Tadi aku... cum...

Masuk dan lanjutkan membaca