Bab 55

Vincent terdiam beberapa detik di ujung sana.

Ada rasa waspada sekaligus jengkel pada laki-laki itu—seorang fotografer asing yang tiba-tiba menelepon, dan bahkan menyebut namanya dengan tepat.

“Aku nggak tertarik,” ucap Vincent dingin, logat Prancisnya kental. “Aku sudah punya rekan.”

“Aku tahu,”...

Masuk dan lanjutkan membaca