Bab 83

Ruang rapat itu hening seperti kuburan.

Sindiran halus Alya, ditambah kata-kata pedas Bima, membuat semua orang menahan napas.

Mereka menunggu melihat bagaimana “Sofia” yang mendadak turun dari langit itu akan meledak, jadi histeris.

Menunggu dia memakai satu-satunya senjata yang dia punya—jabata...

Masuk dan lanjutkan membaca