Bab 90

Ben berdiri kaku di tempatnya, menatap pintu kantor yang dibanting sampai bergetar.

Dadanya mendidih. Tangannya menghantam permukaan meja kerja yang kokoh dengan keras. Berkas-berkas di atasnya melompat karena hentakan.

Saat itu juga, terdengar ketukan pelan di pintu.

Itu Rio, yang kembali.

Dar...

Masuk dan lanjutkan membaca