Bab 93

Setelah Olivia pergi, staf HR yang masih muda itu akhirnya bisa mengembuskan napas lega.

Tatapannya jatuh pada Sasa yang duduk di kursi utama; di matanya bukan cuma ada kagum, tapi juga seberkas gentar. “Bu Sasa, kandidat berikutnya sudah nunggu di luar.”

“Suruh masuk.”

Di sesi-sesi wawancara be...

Masuk dan lanjutkan membaca