Bab 150: Pengakuan

Damar berdiri di ambang pintu. Jas mahalnya tampak kusut, simpul dasinya sudah longgar tak beraturan.

Wajah tampan yang biasanya rapi itu kini menyiratkan kelelahan yang amat sangat. Matanya merah, sarat dengan beban berat.

Tatapannya jatuh pada Cakra yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit, l...

Masuk dan lanjutkan membaca