Bab 158: Pertemuan Kebetulan

Lily tidak menyangkal, hanya mengangguk pelan.

"Masa?" Mia mengangkat sebelah alisnya. "Kebetulan banget, ya. Pak Andreas itu penyokong utamaku. Kalau bukan karena dia, aku nggak bakal ada di posisiku sekarang."

Lily menoleh menatapnya. "Mia, boleh aku tanya sesuatu? Kenapa Andreas mau mensponsori...

Masuk dan lanjutkan membaca