Bab 200: Dia

“Biarin dia pergi.”

Aiden menyandarkan tubuh di kursi rodanya. Wajahnya masih kelam, tapi nadanya tak setajam tadi. “Dia sudah dewasa. Perlu dikawal sampai keluar segala? Memangnya dia nggak tahu jalan pulang?”

Remy menoleh, senyum patuh sudah terpasang rapi. “Kakek, aku bukan maksudnya begitu… Ak...

Masuk dan lanjutkan membaca