Bab 148: Janji fajar

Aku terbangun saat fajar, sebelum dunia sempat benar-benar bernapas, ketika bumi masih diselimuti hening nila yang dalam. Dadaku terasa ringan, dibebaskan oleh perasaan ganjil—seperti ada janji halus yang menunggu: hari ini, entah bagaimana, akan berbeda. Aku berbaring sebentar, lalu bergerak pelan,...

Masuk dan lanjutkan membaca