Bab 154: Hantu di dalam sel

Pintu besi itu berderit seperti suara kematian, tulang logamnya protes saat terbuka. Angin dingin menerpa, membawa aroma darah yang anyir. Rantai-rantaiku berderak saat aku berusaha duduk, setiap gerakan mengirimkan gelombang rasa sakit baru melalui pergelangan tanganku yang lembut akibat bergesekan...

Masuk dan lanjutkan membaca