Bab 6: Penolakan dan berlari

Tangan para penjaga yang menangkapku terhenti saat aku berhasil melepaskan diri. Semua orang di sekitarku terdiam saat aku berdiri tegak, dengan mata yang bersinar penuh perlawanan. Sambil membersihkan pakaianku, aku berbalik menghadap Alpha Cassius. Jantungku berdegup kencang saat ekspresi marahnya berubah menjadi seringai. Orang-orang yang mengelilingiku menjadi kabur; pandanganku tetap tertuju pada dia yang kusebut pasangan. Suara Alpha Cassius memecah keheningan tebal, seperti pisau. "Kamu memohon padaku untuk menjadikanmu pasangan," dia meludah, wajahnya berkerut jijik. "Kamu tidak pernah, dan tidak akan pernah, layak untuk gelar itu."

Perutku terasa mual, tapi aku tidak berpaling.

Dia melangkah lebih dekat kepadaku, mengintimidasi dengan dadanya yang membusung penuh superioritas. "Aku memilih Selene sebagai pasanganku. Dialah yang kucintai, yang memiliki tandaku, dan yang akan memerintah kawanan ini bersamaku."

Bisikan-bisikan menyapu ruangan, tapi aku hampir tidak mendengarnya. Kata-katanya seperti palu menghantam dadaku, namun aku tidak jatuh berlutut, melainkan menahan air mata.

Mata Cassius menyipit. "Aku, Alpha Cassius dari Kawanan Wolfram, dengan ini menolakmu, Althea, seorang omega rendahan, sebagai pasanganku."

Rasa sakit itu menjalar ke seluruh tubuhku, hampir seperti rasa sakit fisik, panas seperti api dan mencuri napasku. Lututku mungkin akan tertekuk jika aku membiarkannya, tapi aku mengepalkan tinju, menggertakkan gigi cukup kuat untuk memaksa diriku tetap tegak dan tak tergoyahkan.

"Bawa dia pergi," Cassius memerintahkan dengan dingin, mengisyaratkan kepada para penjaga. "Aku tidak ingin melihat wajahnya lagi di kawanan ini."

Para penjaga mendekatiku, tangan terulur, dan pada saat itu, sesuatu di dalam diriku patah. Aku tidak akan membiarkan mereka menyeretku pergi seperti sampah tak berharga. Aku tidak punya apa-apa lagi untuk kehilangan.

Aku berputar, berlari menuju pintu, dengan adrenalin mengalir deras dalam pembuluh darahku. Desahan di belakangku hanya membuatku semakin bersemangat; aku tidak berani menoleh.

"Hentikan dia!" Cassius berteriak, suaranya menggema di lorong.

Aku berlari menyusuri koridor rumah kawanan, telapak kakiku yang telanjang menghentak lantai dingin. Paru-paruku terbakar dan jantungku berdebar kencang, mengikuti liku-liku yang begitu familiar, didorong oleh setiap langkah dalam kebutuhan putus asa untuk bebas.

Suara itu semakin keras di belakangku, para penjaga semakin dekat. Aku merasakan panik menyeruak di dalam diriku, namun aku tidak ingin berhenti. Aku harus pergi jauh, sangat jauh.

Aku menerobos keluar ke udara malam yang sejuk dan berlari menuju hutan. Puncak-puncak pohon menjulang, mengawasi seperti penjaga di atas, bayangan panjang mereka merentang di tanah. Aku melompat ke dalam pelukan mereka, semak belukar yang padat mencakar dan merobekku tanpa ampun.

Auman serigala terdengar dari kejauhan, dan dengan itu, aku berlari lebih keras, kaki-kakiku berteriak protes. Aku tidak bisa membiarkan mereka menangkapku; aku menolak untuk kembali.

Hutan terasa tak berujung, kegelapan menekan dari segala sisi. Nafasku terengah-engah, tapi aku terus bergerak, didorong oleh kemauan keras.

Akhirnya, auman itu semakin lemah dan berhenti; hutan menjadi sunyi. Tubuhku gemetar karena kelelahan, mataku meredup. Saat aku merasa tidak bisa melangkah lagi, aku melihat sebuah gua kecil di antara bebatuan.

Aku tersandung masuk, jatuh ke tanah yang dingin dan lembap. Bayangan gua menyelimutiku seperti jubah, dan untuk pertama kalinya sejak pelarianku, aku membiarkan diriku menghela napas.

Air mata membakar mataku, tapi aku menahannya. Tidak ada waktu untuk menangis, tidak ada waktu untuk meratapi. Aku telah melarikan diri, tapi aku belum aman.

Aku meringkuk di dinding gua dan berjanji pada diriku sendiri bahwa aku akan berjuang. Untuk kebebasanku, untuk hidupku, apapun yang akan terjadi, aku akan menghadapinya dengan segala yang kumiliki. Dengan pikiran itu, aku tertidur dengan gelisah, bertekad untuk bertahan hidup.

Bab Sebelumnya
Bab Selanjutnya