Bab 102

“Harusnya kau lihat muka si brengsek McKenzie tadi. Ekspresinya tak ternilai. Jalang itu memang pantas mendapatkannya.

“Harusnya kau lihat muka si brengsek McKenzie tadi. Ekspresinya tak ternilai. Jalang itu memang pantas mendapatkannya. Tidak, ini baru permulaan; saat aku selesai, kariernya akan ha...

Masuk dan lanjutkan membaca