PASAL 22

Aku berdiri di dekat pintu, menatap punggungnya sampai benar-benar lenyap. Setelah itu aku menutup pintu, balik masuk, dan memanggil Zara mendekat. Semua kuceritakan tanpa kutahan-tahan lagi.

“Ya Tuhan... jadi dia beneran selesai sama dia?” Zara menatapku seperti nggak percaya.

“Iya.”

“Itu bagus....

Masuk dan lanjutkan membaca