BAB DUA PULUH LIMA

ASHLEY

Ya sudah, dari lima hari tersisa yang kupunya di New York, salah satunya kuhabiskan bersama Ethan—lagi. Perpisahan yang pantas, katanya.

Jariku memainkan liontin mungil yang bertumpu di atas tulang selangkaku saat lift melaju naik, dengung halusnya memenuhi sunyi di antara kami. Ethan berdi...

Masuk dan lanjutkan membaca