Bab 169

Aku menggenggam tangan Nicol dan langsung membawanya ke dapur. Di ambang pintu, aku sempat menangkap tatapan Isabella ke arah kami berdua—tatapan yang seolah ingin bertanya ada apa.

“Isabella, Nicol harus makan dulu. Perutnya jangan kosong.”

“Iya, tentu. Kamu maunya apa, Nicol?”

Aku nggak tahan. ...

Masuk dan lanjutkan membaca