
Kisah Pewaris Konglomerat
Rina Wati · Sedang Diperbarui · 155.8k Kata
Pendahuluan
Mertua perempuannya bersimpuh memohon, "Kumohon, jangan tinggalkan putriku."
Istrinya pun berkata dengan penuh penyesalan, "Sayang, aku salah..."
Bab 1
Suasana di dalam vila mewah keluarga Herman yang terletak di pinggiran kota terasa begitu meriah.
Patrick Herman, sebagai kepala keluarga Herman yang terpandang, baru saja menerima warisan dalam jumlah besar dari leluhurnya. Untuk merayakan kabar gembira ini, ia sengaja mengumpulkan seluruh anggota keluarga Herman.
Hari ini, vila itu begitu ramai hingga garasi pun tak sanggup menampung semua mobil yang datang.
Para anggota keluarga mengangkat gelas anggur mereka dengan senyum lebar di wajah, serempak berkata, "Selamat, Ayah Patrick."
Patrick membalas dengan senyum bahagia, suaranya terdengar lantang dan penuh semangat, "Terima kasih, anak-anakku. Dulu, leluhur kita menanggung penderitaan dan kerja keras yang tak terhingga hingga akhirnya bisa membangun keluarga ini sampai seperti sekarang. Melihat kalian semua sudah sukses dengan karier masing-masing, Ayah merasa sangat bangga. Belakangan ini Ayah memang menerima warisan dari leluhur kita, dan itu tentu saja hal yang menggembirakan. Tapi, Ayah sudah tua. Ayah rasa, harta ini tidak seharusnya menjadi milik Ayah seorang, tapi juga milik setiap anggota keluarga Herman yang hadir di sini. Karena itu, Ayah berencana untuk membagikannya secara adil kepada kalian semua."
Mendengar itu, wajah seluruh anggota keluarga Herman langsung berseri-seri penuh suka cita.
"Ya Tuhan! Apa ini benar? Ayah Herman, terima kasih atas kemurahan hatimu!"
Patrick tersenyum, lalu menatap para anggota keluarga yang lebih muda.
"Jackson," katanya, "Ayah tahu kamu suka selancar, jadi Ayah hadiahkan sebuah vila peristirahatan di tepi pantai, nilainya sekitar 200 juta dolar."
"Lucy, Ayah tahu kamu sangat tertarik dengan mobil sport, jadi Ayah sudah siapkan satu unit Ferrari model terbaru untukmu. Tapi ingat, hati-hati saat mengemudi, mobil itu kencang sekali."
"Emma, Ayah tahu kamu suka mengoleksi barang-barang mewah, jadi ini ada jam tangan Richard Mille untukmu, senilai 30 ribu dolar."
"Dan untukmu, Molly..."
Patrick menjelaskan rencananya kepada setiap anggota keluarga. Mereka semua tertawa bahagia dan kembali mengangkat gelas mereka.
Patrick pun tersenyum puas.
Saat itulah, Leon Corleone, yang sedari tadi hanya diam, akhirnya angkat bicara. "Pak Patrick," ujarnya, "Saya tahu saya tidak akan dapat bagian. Tapi, bolehkah Bapak membelikan saya sebuah mesin pemotong rumput? Supaya nanti pekerjaan saya merapikan halaman jadi lebih mudah."
Seketika, seluruh anggota keluarga Herman terperangah. Semua mata menatap Leon dengan tak percaya.
Apa Leon sudah mabuk?
Dia memang suami Katelin Herman, tapi di dalam keluarga besar ini, statusnya tak lebih dari orang pinggiran!
Di momen sepenting ini, apa dia punya hak untuk bicara?
Namanya saja bukan Herman, beraninya dia meminta hadiah mesin pemotong rumput dari Patrick. Benar-benar tidak tahu malu!
Empat tahun lalu, mendiang istri Patrick bertemu dengan Leon, orang asing entah dari mana, dan memaksa putrinya, Katelin, untuk menikah dengannya.
Saat itu, rekening bank Leon kosong melompong. Penampilannya kumal dan berantakan, tak ubahnya seperti gelandangan di pinggir jalan.
Namun, tepat di hari pernikahan Leon dan Katelin, istri Patrick tiba-tiba meninggal dunia karena serangan jantung. Alasan di balik keputusannya yang aneh itu pun menjadi misteri yang tak pernah terpecahkan.
Setelah menikah, seluruh keluarga Herman memandang rendah Leon. Dia dianggap sebagai pria tak berguna yang tidak bisa menghasilkan uang. Kerjanya setiap hari hanya menyapu, memasak, dan memotong rumput—lebih mirip seperti seorang ibu rumah tangga.
Sebenarnya, Leon terpaksa meminta mesin pemotong rumput itu.
Mesin yang lama sudah rusak, dan dia sendiri tidak punya uang. Sebagai seorang pria, dia tidak ingin semua kebutuhan dibebankan pada Katelin. Karena itulah, dia nekat bicara di saat seperti ini.
Melihat suasana pesta yang begitu hangat dan Patrick yang tampak sangat gembira, Leon berpikir permintaannya mungkin akan dikabulkan.
Namun, di luar dugaannya, raut wajah Patrick langsung berubah masam begitu Leon selesai bicara.
Patrick meletakkan gelasnya dengan kasar. "Leon, kamu sengaja datang untuk membuat onar, ya?" tanyanya dengan nada penuh penghinaan.
Katelin buru-buru mencoba menenangkan. "Ayah, tolong jangan marah. Leon hanya bercanda, jangan dianggap serius."
Setelah itu, ia hendak menarik Leon ke sudut ruangan.
Tetapi, Molly Herman, sepupu Katelin, menyela dengan sinis, "Katelin, kasihan sekali kamu. Suamimu ternyata pria tak berguna seperti ini! Dia sama sekali bukan bagian dari keluarga Herman, tapi berani-beraninya mengharapkan warisan. Apa dia tidak punya rasa malu?"
"Benar sekali! Orang ini tidak punya sopan santun. Hari ini bukan hanya ada keluarga Herman, tapi juga banyak tamu lain. Dia bicara seperti itu, benar-benar membuatku malu!" timpal Jackson Herman, cucu kesayangan Patrick, yang berdiri di sisi kanannya.
Jackson sejak kecil tidak pernah menyukai Katelin, jadi ucapannya sangat tajam dan tanpa ampun.
"Orang rendahan tidak beradab seperti dia seharusnya diusir dari keluarga Herman!"
"Betul, dia sudah mencoreng nama baik keluarga."
"Dia minta mesin pemotong rumput? Ya Tuhan, apa dia sedang mengejek kita?"
"Kemampuannya bahkan tidak lebih baik dari pembantu di vila ini!"
"Sebagai laki-laki, dia tidak punya harga diri sama sekali. Hidup menumpang pada istri, menjijikkan sekali."
"Keluar dari sini! Keluarga Herman tidak sudi menerima pecundang sepertimu!"
"..."
Mendengar rentetan hinaan dari anggota keluarga Herman, Leon hanya bisa menundukkan kepala tanpa membantah.
Empat tahun lalu, mendiang istri Patrick-lah yang memberinya sebuah keluarga, menyelamatkannya dari kehidupan jalanan dan membuatnya bisa bertahan hidup sampai sekarang.
Leon sangat berterima kasih untuk itu. Maka dari itu, meskipun terus-menerus dihina, dia tidak pernah sekalipun mengeluh.
Tiba-tiba, terdengar suara dari arah pintu utama.
"Pak Patrick, Presiden Direktur dari Corleone Investment Bank, Bapak Steve, telah tiba!"
Semua orang menoleh ke arah pintu. Seorang pria berpenampilan necis dan karismatik dalam balutan setelan jas mahal melangkah masuk.
Corleone Investment Bank adalah bank investasi sekaliber Goldman Sachs dan Morgan Stanley, sebuah nama besar di kancah internasional.
Steve, sebagai Presiden Direkturnya, tentu saja merupakan figur penting di kalangan atas.
Banyak orang yang ingin menjilat Steve tapi tak pernah mendapat kesempatan. Namun hari ini, ia justru datang sendiri ke vila keluarga Herman.
"Pak Patrick yang terhormat, maafkan saya datang tanpa diundang. Sebagai tanda permintaan maaf, saya sudah menyiapkan sebuah hadiah!" sapa Steve ramah sambil menyodorkan sebuah kotak kado yang terbungkus indah.
"Tidak, tidak, Tuan Steve yang terhormat. Kehadiran Anda di rumah saya adalah sebuah kehormatan bagi keluarga Herman," balas Patrick dengan nada paling antusias.
Ia menerima kotak itu dan membukanya. Di dalamnya, ternyata ada sebuah kartu bank!
"Pak Patrick, di dalam kartu ini ada dana sebesar 5 juta dolar. Ini adalah hadiah yang saya siapkan untuk Katelin. Sejak pertama kali melihatnya, saya sudah jatuh cinta padanya. Saya juga sudah mendengar bahwa pernikahannya tidak bahagia. Saya bukan tipe orang yang suka merusak rumah tangga orang lain, tapi jelas sekali pria itu tidak pantas menjadi suami Katelin."
"Asalkan Katelin bersedia menikah dengan saya, 5 juta dolar ini akan menjadi miliknya selamanya!"
Setelah Steve selesai bicara, seluruh anggota keluarga Herman kembali terkejut.
Tahu bahwa Leon adalah suami Katelin, tapi Steve berani mengatakan hal seperti itu di depan semua orang. Betapa rendahnya dia memandang Leon!
Tapi, Leon memang hanya seorang pecundang. Jadi, selain marah dalam hati, tidak ada yang bisa ia lakukan.
"Katelin, saya tahu ini mungkin terlalu mendadak bagimu, tapi saya benar-benar mencintaimu. Saya tidak tahan melihatmu hidup bersama pecundang seperti itu. Jadi, tolong pertimbangkan baik-baik," kata Steve sambil tersenyum menatap Katelin, lalu berbalik dan pergi.
Sejak masuk hingga keluar, Steve tidak mengucapkan sepatah kata pun pada Leon. Di matanya, Leon hanyalah pecundang dari kelas bawah yang tidak punya hak untuk berbicara dengannya.
Setelah Steve pergi, barulah orang-orang di vila mulai berbisik-bisik. Wajah mereka dipenuhi ekspresi kaget, iri, dan cemburu.
"Ya Tuhan, orang sekaliber Steve datang langsung untuk melamar Katelin? Aku tidak sedang berhalusinasi, kan?"
"Astaga, kenapa Katelin beruntung sekali? Kalau dia bisa menikah dengan Steve, aku tidak bisa membayangkan betapa mewahnya hidupnya nanti!"
"Kalau Katelin menikah dengan Steve, itu juga akan membawa keuntungan besar bagi keluarga Herman!"
Lucy Herman, sepupu Katelin yang lain, segera menghampiri Leon. "Leon," katanya, "Asal kamu mau menceraikan Katelin, aku akan belikan kamu mesin pemotong rumput yang paling bagus. Bagaimana?"
"Leon, aku juga bisa membelikanmu satu!"
"Aku juga, Leon. Kalau kamu masih punya harga diri, ceraikan saja Katelin. Biarkan dia mengejar kebahagiaannya sendiri!"
Patrick berpikir selama beberapa menit, lalu berkata, "Leon, asalkan kamu mau menceraikan Katelin, aku bersedia atas nama keluarga memberimu 2 juta dolar, ditambah sebuah rumah. Bagaimana?"
Leon mengangkat kepalanya, menatap Katelin yang berdiri di sampingnya, lalu berkata dengan sangat tegas, "Pak Patrick, saya tidak peduli dengan uang. Saya hanya ingin bersama Katelin. Jadi tolong, jangan katakan hal seperti itu lagi."
Patrick mengerutkan keningnya, lalu membentak marah, "Keluar! Keluar dari sini sekarang juga! Dasar benalu yang hanya bisa menumpang hidup pada istri, keluarga Herman tidak sudi menerimamu!"
Leon tertegun sejenak. Reaksi Patrick membuatnya sangat sakit hati. Namun, para penjaga keamanan sudah melangkah maju. Terpaksa, ia berbalik dan berjalan menuju pintu.
"Leon."
Katelin tampak ragu, tidak tahu apakah harus ikut pergi atau tidak.
"Katelin, kalau kamu berani melangkah keluar juga, mulai hari ini kamu bukan lagi anggota keluarga Herman!"
Melihat keraguan di wajah Katelin, Patrick berkata dengan nada sedingin es.
Langkah Katelin terhenti. Ia tidak menyangka ayahnya akan mengucapkan kata-kata yang begitu dingin dan kejam.
Leon berkata, "Katelin, aku bisa menjaga diriku sendiri. Kamu tetaplah di sini."
Setelah itu, ia pun pergi.
Jackson bersiul mengejek, "Oh, Leon sayang. Apa kamu lupa? Ini kan daerah pinggiran kota, tidak ada bus. Kamu mau pulang naik apa? Perlu aku beri kamu tip 5 dolar? Cukup untuk ongkos taksi."
Sambil berkata begitu, Jackson mengeluarkan segenggam koin dan melemparkannya ke arah Leon.
Seluruh anggota keluarga Herman tertawa terbahak-bahak.
Leon tidak mengatakan apa-apa, terus berjalan keluar.
Tepat pada saat itu, ponselnya bergetar, menerima sebuah pesan singkat.
Ia meraih ponselnya dan melihat pesan itu datang dari nomor yang sangat ia benci.
"Leon, kami sedang dalam kesulitan. Keluarga Corleone membutuhkanmu."
"Pesan dari keluarga Corleone," gumam Leon sambil mengerutkan kening membaca isi pesan itu.
Keluarga Corleone adalah keluarga paling berpengaruh di pulau ini, dan Leon adalah salah satu anggotanya.
Empat tahun lalu, ia dijebak oleh beberapa anggota keluarga Corleone. Mereka menuduhnya menggelapkan dana keluarga, mencabut haknya sebagai pewaris, dan mengusirnya dari keluarga.
Bahkan kedua orang tua Leon juga diusir ke luar negeri, diasingkan ke sebuah benua yang dipenuhi hutan belantara dan binatang buas.
Saat meninggalkan keluarga Corleone, Leon tidak punya uang sepeser pun dan sialnya, ia jatuh sakit parah.
Untungnya, saat menggelandang di jalanan, ia bertemu dengan nenek Katelin, Harris Herman, orang yang paling ia hormati.
Harris membawa Leon ke keluarga Herman dan menjodohkannya dengan Katelin. Berkat itulah, Leon bisa bertahan hidup sampai sekarang.
Untuk itu, Leon selalu menyimpan rasa terima kasih yang mendalam.
Namun, sudah empat tahun berlalu sejak pernikahan mereka, Leon tidak pernah tidur sekamar dengan Katelin. Mereka hanyalah suami-istri di atas kertas.
Selama empat tahun ini, Leon selalu tidur di lantai ruang tamu atau di gudang.
Tapi, Leon sebenarnya sudah terbiasa dengan kehidupan seperti itu.
Yang membuatnya menderita adalah, meskipun Katelin bersikap sangat dingin padanya, ia sadar bahwa dirinya telah jatuh cinta pada wanita itu.
Saat Leon sedang bernostalgia, sebuah pesan lagi masuk.
"Leon yang terhormat, mohon segera balas. Empat tahun lalu Anda membeli sebuah sumur minyak di Timur Tengah. Sumur itu kini telah berhasil menemukan minyak dan perusahaannya sudah melantai di bursa! Akibat konflik Rusia-Ukraina, harga energi internasional terus meroket, dan nilai sumur minyak itu kini telah mencapai 10 miliar dolar! Keluarga Corleone sedang di ambang kebangkrutan karena investasi yang gagal. Keluarga membutuhkan bantuan Anda, jika tidak, keluarga Corleone akan musnah."
Leon sangat terkejut. Empat tahun lalu, ia memang menggunakan lebih dari 100 juta dolar untuk membeli sebuah sumur minyak. Itulah yang menjadi alasan keluarga Corleone menuduhnya menggelapkan dana keluarga.
Tapi sekarang, sumur minyak itu benar-benar ditemukan dan nilainya meroket ratusan kali lipat?
Leon segera mengeluarkan sebuah kartu bank berwarna abu-abu dari dompetnya. Ini adalah kartu bank khusus. Pemilik kartu jenis ini akan mendapatkan pelayanan paling istimewa selama 24 jam, di mana pun di belahan bumi ini.
Ia langsung menghubungi layanan pelanggan bank penerbit kartu tersebut. Suara yang sangat merdu terdengar dari seberang telepon.
"Bapak Corleone yang terhormat, ada yang bisa saya bantu?"
"Saya ingin tahu saldo di kartu saya," kata Leon.
"Mohon ditunggu sebentar."
Dua menit kemudian, petugas itu kembali menjawab, "Bapak Corleone, dana di rekening Anda terlalu besar dan Anda telah diklasifikasikan sebagai nasabah tingkat tertinggi di bank kami. Saya tidak memiliki wewenang untuk memeriksanya. Jika Anda ingin tahu, saya perlu mengajukan permohonan ke departemen yang lebih tinggi. Mohon ditunggu, saya akan menghubungi Anda kembali."
"Baik," Leon menutup telepon, merasa sangat terkejut sekaligus gembira.
Karena jumlah aset di kartunya terlalu besar, petugas layanan pelanggan tidak bisa langsung menjawab dan bahkan mengklasifikasikannya sebagai nasabah tingkat tertinggi. Ini membuat Leon sangat senang.
Ini hanyalah investasi iseng yang ia lakukan empat tahun lalu, tapi sekarang memberinya kekayaan yang tak terhingga. Bahkan saking besarnya, sampai-sampai petugas bank pun tidak bisa langsung memeriksanya.
Leon merasa luar biasa takjub.
Ia berjalan kaki pulang ke rumah. Karena berjalan kaki, perjalanannya memakan waktu cukup lama.
Setibanya di rumah, ia melihat Katelin sudah lebih dulu sampai. Tentu saja, Katelin pulang mengendarai mobil, jauh lebih cepat darinya.
Selain Katelin, ada dua tamu di rumah, yaitu Matilda Cole dan Kaden Allen.
Pria dan wanita itu adalah sahabat terbaik Katelin.
Ketiganya melihat Leon masuk dari pintu, namun mereka menganggapnya seolah tak terlihat, sama sekali tidak menyapanya.
Matilda berkata dengan ekspresi serius, "Katelin, kamu jangan sungkan. Aku dengar belakangan ini perusahaanmu sedang kesulitan, benar?"
Katelin ragu sejenok, lalu mengangguk. "Iya, arus kas perusahaan sedang macet. Aku butuh setidaknya 8 juta dolar agar perusahaan bisa berjalan normal lagi. Aku harus segera mendapatkan uang itu, kalau tidak..."
Matilda mengerutkan kening. "8 juta dolar? Ya Tuhan, itu bukan jumlah yang kecil. Kamu mau cari uang sebanyak itu dari mana?"
Di sebelahnya, Kaden yang berpenampilan sangat modis mengangguk, setuju dengan pendapat Matilda.
Katelin merasa pusing. Melihat Leon hanya berdiri diam di sudut ruangan, ia berkata dengan nada dingin, "Leon, kenapa kamu masih berdiri di situ? Tidak lihat toilet kotor? Cepat sana bersihkan!"
Leon dengan patuh berjalan menuju kamar mandi. Tepat saat itu, ponselnya berdering. Panggilan itu dari petugas bank yang tadi.
"Bapak Corleone yang terhormat, setelah saya periksa, seluruh aset Anda ditempatkan di rekening offshore. Oleh karena itu, pihak bank menyarankan agar Anda menyempatkan diri untuk datang langsung ke bank. Saat Anda siap berangkat, Anda bisa memberitahu kami terlebih dahulu, dan kami akan mengirimkan mobil khusus untuk menjemput Anda. Apakah bisa?"
Leon mengangguk. "Oh, jadi uangku ada di rekening offshore. Boleh, nanti kalau ada waktu saya akan ke bank."
Setelah menutup telepon, Kaden yang mendengar ucapan Leon tersenyum sinis.
"Katelin, suamimu itu lucu sekali. Dia bilang punya dana di rekening offshore? Memangnya dia punya barang seperti itu?"
Katelin ikut tertawa. "Mungkin dia dengar istilah itu dari berita di TV. Membuka rekening offshore itu ada syarat minimal dananya. Leon setiap hari hanya dapat uang jajan 50 dolar dariku, mana mungkin dia punya uang untuk itu? Apa jangan-jangan uang jajannya dia tabung semua?"
"Hahaha, kalau begitu suamimu itu benar-benar pintar mengatur hidup, ya," canda Matilda. Ketiganya kembali tertawa.
Leon mendengar ejekan mereka, tapi tidak marah. Sebaliknya, ia berkata kepada Katelin, "Sayang, kalau perusahaanmu butuh dana, aku bisa bantu. Aku bisa berikan 8 juta dolar."
Begitu Leon mengucapkan kalimat itu, Matilda langsung tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya.
Pakaiannya yang sudah seksi dari sananya, kini membuatnya terlihat semakin menggoda saat tertawa seperti itu.
Matilda mengejek, "Leon, kamu sedang melawak, ya? Kamu punya 8 juta dolar? Hahaha, kamu punya delapan ratus dolar saja sudah hebat."
Leon berkata, "Matilda, apa kamu seyakin itu aku tidak punya? Bagaimana kalau aku benar-benar punya 8 juta dolar?"
"Hahaha, kalau kamu benar-benar punya 8 juta dolar? Aku bersedia menuruti semua perintahmu."
Leon berkata dengan tenang, "Aku pegang ucapanmu, Matilda. Ini kamu sendiri yang bilang, loh. Jangan sampai kamu menyesal."
Bab Terakhir
#80 Bab [80]
Terakhir Diperbarui: 1/14/2026#79 Bab [79]
Terakhir Diperbarui: 1/13/2026#78 Bab [78]
Terakhir Diperbarui: 1/12/2026#77 Bab [77]
Terakhir Diperbarui: 1/12/2026#76 Bab [76]
Terakhir Diperbarui: 1/12/2026#75 Bab [75]
Terakhir Diperbarui: 1/12/2026#74 Bab [74]
Terakhir Diperbarui: 1/12/2026#73 Bab [73]
Terakhir Diperbarui: 1/12/2026#72 Bab [72]
Terakhir Diperbarui: 1/12/2026#71 Bab [71]
Terakhir Diperbarui: 1/12/2026
Anda Mungkin Suka 😍
Gadis Baik Mafia
"Apa ini?" tanya Violet.
"Kesepakatan tertulis untuk harga penjualan kita," jawab Damon. Dia mengatakannya dengan begitu tenang dan santai, seolah dia tidak sedang membeli keperawanan seorang gadis seharga satu juta dolar.
Violet menelan ludah dan matanya mulai menelusuri kata-kata di atas kertas itu. Kesepakatannya cukup jelas. Pada dasarnya, itu menyatakan bahwa dia setuju dengan penjualan keperawanannya untuk harga yang disebutkan dan tanda tangan mereka akan mengesahkan kesepakatan itu. Damon sudah menandatangani bagiannya dan bagian Violet masih kosong.
Violet mendongak dan melihat Damon menyerahkan pena kepadanya. Dia datang ke ruangan ini dengan niat untuk mundur, tetapi setelah membaca dokumen itu, Violet berubah pikiran lagi. Itu satu juta dolar. Ini lebih banyak uang daripada yang pernah bisa dia lihat seumur hidupnya. Satu malam dibandingkan dengan itu akan sangat kecil. Seseorang bahkan bisa berargumen bahwa itu adalah tawaran yang menguntungkan. Jadi sebelum dia bisa berubah pikiran lagi, Violet mengambil pena dari tangan Damon dan menandatangani namanya di garis putus-putus. Tepat saat jam menunjukkan tengah malam hari itu, Violet Rose Carvey baru saja menandatangani kesepakatan dengan Damon Van Zandt, iblis dalam wujud manusia.
Bermain Dengan Api
“Kita akan ngobrol sebentar lagi, oke?” Aku tidak bisa bicara, hanya bisa menatapnya dengan mata terbelalak sementara jantungku berdegup kencang. Aku hanya bisa berharap bukan aku yang dia incar.
Althaia bertemu dengan bos mafia berbahaya, Damiano, yang tertarik pada mata hijaunya yang besar dan polos, dan tidak bisa mengeluarkannya dari pikirannya. Althaia telah disembunyikan dari iblis berbahaya itu. Namun takdir membawanya kembali padanya. Kali ini, dia tidak akan pernah membiarkannya pergi lagi.
Kembar Tiga yang Menawan: Ayah, Jaga Jarakmu!
Awalnya, saat berhadapan dengan dokter yang sedang membantunya membersihkan tubuh, pria itu menggertakkan giginya dan menggeram, "Tahu diri dan jangan punya pikiran yang tidak-tidak tentang aku. Aku tidak akan pernah jatuh cinta pada seorang ibu tunggal!"
Seiring berjalannya waktu, Nora naik daun di bidang medis dan masyarakat kelas atas. Dihadapkan dengan banyak pelamar, CEO yang berhati dingin itu tak bisa diam saja lagi...
"Aku mencintai ibumu, dan aku akan berbagi segalanya dengannya!" dia menyatakan.
Anak kembar tiga itu dengan dingin membalas, "Lupakan saja, Pak Tua. Ibu kami tidak butuh uangmu, dan dia pasti tidak akan menikahi orang tua."
"Pak Tua?" Aaron Gordon memeriksa dirinya dengan cermat, Apakah dia terlihat tua?
"Ayah, kamu memang sudah sangat tua..." Samantha, yang paling muda dari kembar tiga itu, cemberut.
(Saya sangat merekomendasikan buku yang sangat menarik ini, saya tidak bisa berhenti membacanya selama tiga hari tiga malam. Sangat mengasyikkan dan wajib dibaca. Judul bukunya adalah "Cerai Mudah, Nikah Lagi Sulit" Anda bisa menemukannya dengan mencarinya di kolom pencarian.)
Perangkap Ace
Hingga tujuh tahun kemudian, dia harus kembali ke kampung halamannya setelah menyelesaikan kuliahnya. Tempat di mana sekarang tinggal seorang miliarder berhati dingin, yang dulu hatinya yang mati pernah berdetak untuknya.
Terluka oleh masa lalunya, Achilles Valencian telah berubah menjadi pria yang ditakuti semua orang. Kehidupan yang membakar telah memenuhi hatinya dengan kegelapan tanpa dasar. Dan satu-satunya cahaya yang membuatnya tetap waras adalah Rosebud-nya. Seorang gadis dengan bintik-bintik dan mata pirus yang dia kagumi sepanjang hidupnya. Adik sahabatnya.
Setelah bertahun-tahun berjarak, ketika saatnya akhirnya tiba untuk menangkap cahayanya ke dalam wilayahnya, Achilles Valencian akan memainkan permainannya. Permainan untuk mengklaim apa yang menjadi miliknya.
Apakah Emerald akan mampu membedakan api cinta dan hasrat, serta pesona gelombang yang pernah membanjirinya untuk menjaga hatinya tetap aman? Atau dia akan membiarkan iblis itu memikatnya ke dalam perangkapnya? Karena tidak ada yang pernah bisa lolos dari permainannya. Dia mendapatkan apa yang dia inginkan. Dan permainan ini disebut...
Perangkap Ace.
Penyesalan Mantan Suami
Kutukan Sang Alpha: Musuh di Dalam
Cuplikan
"Kamu milikku, Sheila. Hanya aku yang mampu membuatmu merasa seperti ini. Rintihanmu dan tubuhmu milikku. Jiwamu dan tubuhmu semuanya milikku!"
Alpha Killian Reid, Alpha yang paling ditakuti di seluruh Utara, kaya, berkuasa, dan sangat ditakuti di dunia supernatural, adalah iri dari semua kawanan lainnya. Dia dianggap memiliki segalanya... kekuasaan, ketenaran, kekayaan, dan berkah dari dewi bulan, sedikit yang diketahui oleh para pesaingnya bahwa dia berada di bawah kutukan, yang telah disimpan sebagai rahasia selama bertahun-tahun, dan hanya yang memiliki anugerah dari dewi bulan yang bisa mengangkat kutukan itu.
Sheila, putri dari Alpha Lucius yang merupakan musuh bebuyutan Killian, tumbuh dengan begitu banyak kebencian, penghinaan, dan perlakuan buruk dari ayahnya. Dia adalah pasangan takdir dari Alpha Killian.
Dia menolak untuk menolaknya, namun dia membencinya dan memperlakukannya dengan buruk, karena dia jatuh cinta dengan wanita lain, Thea. Tapi salah satu dari dua wanita ini adalah obat untuk kutukannya, sementara yang lain adalah musuh dalam selimut. Bagaimana dia akan mengetahuinya? Mari kita temukan dalam kisah yang mendebarkan ini, penuh dengan ketegangan, romansa panas, dan pengkhianatan.
Tuan Mitchell cemburu
Entah kenapa, Mitchell merasa gelisah. Dia mulai merindukannya, dan hatinya terasa sakit saat melihat Ava tertawa dengan pria lain. Di gereja, dia mengacaukan pernikahan Ava dan jatuh berlutut. Dengan mata merah, dia memohon, "Ava, bisakah kita kembali seperti dulu? Hatiku cemburu sekali!"
Kebahagiaan Malaikat
"Diam, dong!" dia mengaum padanya. Dia terdiam dan Zane melihat air mata mulai menggenang di matanya, bibirnya bergetar. Oh sial, pikirnya. Seperti kebanyakan pria, wanita yang menangis membuatnya ketakutan setengah mati. Dia lebih memilih baku tembak dengan seratus musuh terburuknya daripada harus berurusan dengan satu wanita yang menangis.
"Dan namamu siapa?" tanyanya.
"Ava," jawabnya dengan suara tipis.
"Ava Cobler?" dia ingin tahu. Namanya belum pernah terdengar begitu indah sebelumnya, itu mengejutkannya. Dia hampir lupa mengangguk. "Namaku Zane Velky," dia memperkenalkan diri, mengulurkan tangan. Mata Ava membesar saat mendengar nama itu. Oh tidak, jangan itu, apa saja tapi jangan itu, pikirnya.
"Kamu pernah dengar tentang aku," dia tersenyum, terdengar puas. Ava mengangguk. Semua orang yang tinggal di kota tahu nama Velky, itu adalah kelompok mafia terbesar di negara bagian dengan pusatnya di kota. Dan Zane Velky adalah kepala keluarga, don, bos besar, honcho besar, Al Capone dunia modern. Ava merasa otaknya yang panik berputar di luar kendali.
"Tenang, sayang," Zane berkata padanya dan meletakkan tangannya di bahunya. Ibu jarinya turun di depan tenggorokannya. Jika dia menekan, dia akan kesulitan bernapas, Ava menyadari, tapi entah bagaimana tangannya menenangkan pikirannya. "Gadis yang baik. Kamu dan aku perlu bicara," katanya padanya. Pikiran Ava menolak dipanggil gadis. Itu mengganggunya meskipun dia takut. "Siapa yang memukulmu?" tanyanya. Zane memindahkan tangannya untuk memiringkan kepalanya ke samping sehingga dia bisa melihat pipinya dan kemudian bibirnya.
******************Ava diculik dan dipaksa menyadari bahwa pamannya telah menjualnya kepada keluarga Velky untuk melunasi hutang judinya. Zane adalah kepala kartel keluarga Velky. Dia keras, brutal, berbahaya, dan mematikan. Hidupnya tidak punya ruang untuk cinta atau hubungan, tapi dia punya kebutuhan seperti pria berdarah panas lainnya.
Peringatan:
Pembicaraan tentang SA
Masalah citra tubuh
BDSM ringan
Deskripsi serangan yang mendetail
Penyakitan diri
Bahasa kasar
Hamil Setelah Satu Malam Dengan Lycan
Aku Tanya, anak dari seorang ibu pengganti, seorang omega tanpa serigala dan tanpa aroma.
Pada ulang tahunku yang ke-18, ketika aku berencana memberikan keperawananku kepada pacarku, aku menemukannya tidur dengan adikku.
Aku pergi ke bar untuk mabuk, dan tanpa sengaja melakukan one-night stand dengan pria tampan itu.
Aku pikir dia hanya werewolf biasa, tapi mereka bilang dia adalah Marco, pangeran alpha dan Lycan terkuat di kerajaan kami.
‘Kamu pelacur, kamu hamil! Untungnya, Rick cukup baik untuk menjadikanmu selirnya dan menyelamatkanmu dari rasa malu,’ kata ibu tiriku, melemparkan strip kehamilan ke meja.
Rick adalah seorang tua mesum. Tidak ada serigala betina yang bisa memenuhi hasrat seksualnya. Tidak ada serigala betina yang bisa bertahan lebih dari 1 tahun bersamanya.
Ketika aku dalam keputusasaan, Marco datang menyelamatkanku. Dia berlutut, mengeluarkan cincin dan berkata dia akan menikahiku.
Aku pikir Marco menikahiku karena dia mencintaiku, tapi kemudian aku menemukan bahwa itu bukanlah kebenaran...
Pengantin Mafia-Nya
"Lepasin aku!" aku menggeram.
"Kalau aku mau sekarang juga," dia mendekat, bibirnya menyentuh lembut daun telingaku.
"Aku bisa memaksamu dan melihatmu berteriak dengan nada indahmu di bawahku," bisiknya dengan suara serak.
Aku terkejut dan mencoba melepaskan tangannya dari pinggangku.
"Kamu kan istriku, bukan?" dia menggoda, giginya menggigit lembut kulitku.
Aku merasakan panas aneh yang mulai membara di dalam diriku dan aku berusaha mengendalikannya.
"Dante, lepaskan aku!" aku mendesis.
Perlahan, kepalanya naik dari leherku dan menatapku.
Dia menggerakkan jarinya di sepanjang bibirku dan senyum iblis muncul di wajahnya.
Cinta. Kejahatan. Gairah. Tokoh wanita yang kuat.
Alina Fedorov, putri yang berani dan penuh semangat dari Don mafia Rusia, dipaksa menikah melawan kehendaknya oleh ayahnya. Dan pengantinnya tak lain adalah Dante Morelli yang ditakuti, capo dei capi dari mafia Italia-Amerika yang paling kuat dan berbahaya.
Dia memiliki markas yang tersebar di seluruh Eropa dan Amerika dengan banyak capo dan underboss yang siap melayani perintahnya. Mengelola dunia bawahnya tanpa hati, dia cepat menyingkirkan siapa pun yang melawan perintahnya dan bertahun-tahun pelatihannya membuatnya siap untuk kehidupan kejahatan yang berbahaya.
Namun, semua itu tidak akan berarti ketika dia bertemu dengan Alina Fedorov yang impulsif dan mandiri.
Bisakah cinta tumbuh di antara mereka terutama ketika Dante menginginkan balas dendam pada Alina atas dosa-dosa ayahnya? Ataukah Alina mampu meruntuhkan tembok dinginnya dan membuatnya bertekuk lutut untuknya?
Tatapan Membara-Nya
"Tidak, aku tidak punya, tapi aku tidak perlu bercinta denganmu untuk membuatmu mencapai klimaks."
Punggungku menempel di dadanya dengan satu tangan melingkari pinggangku memijat payudaraku dan tangan lainnya naik ke leherku.
"Coba jangan bersuara ya," dia menyelipkan tangannya di bawah karet leggingku.
Leah adalah seorang wanita berusia 25 tahun yang diadopsi. Setelah perceraian, dia terlibat dengan tiga pria yang berbeda.
Novel roman erotis kontemporer ini mengikuti Leah, seorang wanita muda yang baru saja bercerai. Dia berada di persimpangan antara masa lalunya dan masa depan yang tak terduga. Dengan dorongan dari sahabatnya, dia memulai perjalanan pemberdayaan diri melalui eksplorasi hasrat seksualnya. Saat dia menavigasi wilayah yang belum pernah dijelajahi ini, dia bertemu dengan tiga pria yang memikat, masing-masing menawarkan perspektif unik tentang gairah dan keintiman. Di tengah drama multi-perspektif dengan emosi yang naik turun, kecenderungan naif Leah membawanya ke berbagai tikungan dan belokan tak terduga yang dilemparkan kehidupan ke arahnya. Dengan setiap pertemuan, dia mengungkap kompleksitas keintiman, gairah, dan cinta diri, yang pada akhirnya mengubah pandangannya tentang kehidupan dan mendefinisikan ulang pemahamannya tentang kebahagiaan. Kisah yang penuh ketegangan dan erotis ini mengajak pembaca untuk merenungkan hasrat mereka dan pentingnya penerimaan diri dalam dunia yang sering kali memberlakukan keyakinan yang membatasi.
Empat atau Mati
"Ya."
"Aku minta maaf harus memberitahumu ini, tapi dia tidak berhasil." Dokter itu berkata sambil menatapku dengan penuh simpati.
"T-terima kasih." Kataku dengan napas yang bergetar.
Ayahku sudah meninggal, dan orang yang membunuhnya berdiri tepat di sampingku saat ini. Tentu saja, tidak mungkin aku bisa memberitahu siapa pun tentang ini karena aku akan dianggap sebagai kaki tangan karena mengetahui apa yang terjadi dan tidak melakukan apa-apa. Aku berusia delapan belas tahun dan bisa menghadapi hukuman penjara jika kebenaran ini terungkap.
Belum lama ini aku hanya mencoba menyelesaikan tahun terakhir sekolahku dan keluar dari kota ini untuk selamanya, tapi sekarang aku tidak tahu apa yang akan kulakukan. Aku hampir bebas, dan sekarang aku akan beruntung jika bisa bertahan satu hari lagi tanpa hidupku benar-benar hancur.
"Kamu bersama kami, sekarang dan selamanya." Napas panasnya berbisik di telingaku, membuat bulu kudukku merinding.
Mereka telah menggenggamku erat sekarang dan hidupku bergantung pada mereka. Bagaimana semua ini bisa terjadi sulit untuk dijelaskan, tapi di sinilah aku...seorang yatim piatu...dengan darah di tanganku...secara harfiah.
Neraka di bumi adalah satu-satunya cara aku bisa menggambarkan hidup yang telah kujalani.
Setiap bagian dari jiwaku direnggut setiap hari, bukan hanya oleh ayahku tetapi juga oleh empat anak laki-laki yang disebut The Dark Angels dan pengikut mereka.
Disiksa selama tiga tahun adalah batas yang bisa kutahan dan tanpa ada yang berpihak padaku, aku tahu apa yang harus kulakukan...aku harus keluar dengan satu-satunya cara yang kutahu, Kematian berarti kedamaian tapi semuanya tidak pernah semudah itu, terutama ketika orang-orang yang membawaku ke tepi jurang adalah orang-orang yang akhirnya menyelamatkan hidupku.
Mereka memberiku sesuatu yang tidak pernah kupikirkan mungkin...balas dendam yang terhidang mati. Mereka telah menciptakan monster dan aku siap untuk membakar dunia ini.
Konten Dewasa! Menyebutkan obat-obatan, kekerasan, bunuh diri. Direkomendasikan untuk 18+. Reverse Harem, bully-to-lover.












