Kisah Pewaris Konglomerat

Kisah Pewaris Konglomerat

Rina Wati · Sedang Diperbarui · 156.0k Kata

609
Populer
609
Dilihat
0
Ditambahkan
Tambah ke Rak
Mulai Membaca
Bagikan:facebooktwitterpinterestwhatsappreddit

Pendahuluan

Dulunya, hidupnya sangat menyedihkan dan diremehkan oleh istrinya. Namun, sejak ia mewarisi harta miliaran, segalanya berubah.
Mertua perempuannya bersimpuh memohon, "Kumohon, jangan tinggalkan putriku."
Istrinya pun berkata dengan penuh penyesalan, "Sayang, aku salah..."

Bab 1

Suasana di dalam vila mewah Keluarga Herman yang terletak di pinggiran kota terasa begitu meriah.

Patrick Herman, sebagai kepala Keluarga Herman yang terpandang, baru saja menerima warisan dalam jumlah besar dari leluhurnya. Untuk merayakan kabar gembira ini, dia sengaja mengumpulkan seluruh anggota Keluarga Herman.

Hari ini, vila itu begitu ramai hingga garasi pun tak sanggup menampung semua mobil yang datang.

Para anggota keluarga mengangkat gelas anggur mereka dengan senyum lebar di wajah, serempak berkata, "Selamat, Ayah."

Patrick membalas dengan senyum bahagia, suaranya terdengar lantang dan penuh semangat, "Terima kasih, anak-anakku. Dulu, leluhur kita menanggung penderitaan dan kerja keras yang tak terhingga hingga akhirnya bisa membangun keluarga ini sampai seperti sekarang. Melihat kalian semua sudah sukses dengan karier masing-masing, Ayah merasa sangat bangga. Belakangan ini Ayah memang menerima warisan dari leluhur kita, dan itu tentu saja hal yang menggembirakan. Tapi, Ayah sudah tua. Ayah rasa, harta ini tidak seharusnya menjadi milik Ayah seorang, tapi juga milik setiap anggota Keluarga Herman yang hadir di sini. Karena itu, Ayah berencana untuk membagikannya secara adil kepada kalian semua."

Mendengar itu, wajah seluruh anggota Keluarga Herman langsung berseri-seri penuh suka cita.

"Ya Tuhan! Apa ini benar? Ayah, terima kasih atas kemurahan hatimu!"

Patrick tersenyum, lalu menatap para anggota keluarga yang lebih muda.

"Jackson," katanya, "Ayah tahu kamu suka selancar, jadi Ayah hadiahkan sebuah vila peristirahatan di tepi pantai, nilainya sekitar 200 juta dolar."

"Lucy, Ayah tahu kamu sangat tertarik dengan mobil sport, jadi Ayah sudah siapkan satu unit Ferrari model terbaru untukmu. Tapi ingat, hati-hati saat mengemudi, mobil itu kencang sekali."

"Emma, Ayah tahu kamu suka mengoleksi barang-barang mewah, jadi ini ada jam tangan Richard Mille untukmu, senilai 30 ribu dolar."

"Dan untukmu, Molly ...."

Patrick menjelaskan rencananya kepada setiap anggota keluarga. Mereka semua tertawa bahagia dan kembali mengangkat gelas mereka.

Patrick pun tersenyum puas.

Saat itulah, Leon Corleone, yang sedari tadi hanya diam, akhirnya angkat bicara. "Pak Patrick," ujarnya. "Saya tahu saya tidak akan dapat bagian. Tapi, bolehkah Bapak membelikan saya sebuah mesin pemotong rumput? Supaya nanti pekerjaan saya merapikan halaman jadi lebih mudah."

Seketika, seluruh anggota Keluarga Herman terperangah. Semua mata menatap Leon dengan tak percaya.

Apa Leon sudah mabuk?

Dia memang suami Catherine Herman, tetapi di dalam keluarga besar ini, statusnya tak lebih dari orang pinggiran!

Di momen sepenting ini, apa dia punya hak untuk bicara?

Nama belakangnya saja bukan Herman, beraninya dia meminta hadiah mesin pemotong rumput dari Patrick. Benar-benar tidak tahu malu!

Empat tahun lalu, mendiang istri Patrick bertemu dengan Leon, orang asing entah dari mana, dan memaksa putrinya, Catherine, untuk menikah dengannya.

Saat itu, rekening bank Leon kosong melompong. Penampilannya kumal dan berantakan, tak ubahnya seperti gelandangan di pinggir jalan.

Namun, tepat di hari pernikahan Leon dan Catherine, istri Patrick tiba-tiba meninggal dunia karena serangan jantung. Alasan di balik keputusannya yang aneh itu pun menjadi misteri yang tak pernah terpecahkan.

Setelah menikah, seluruh Keluarga Herman memandang rendah Leon. Dia dianggap sebagai pria tak berguna yang tidak bisa menghasilkan uang. Kerjanya setiap hari hanya menyapu, memasak, dan memotong rumput—lebih mirip seperti seorang ibu rumah tangga.

Sebenarnya, Leon terpaksa meminta mesin pemotong rumput itu.

Mesin yang lama sudah rusak, dan dia sendiri tidak punya uang. Sebagai seorang pria, dia tidak ingin semua kebutuhan dibebankan pada Catherine. Karena itulah, dia nekat bicara di saat seperti ini.

Melihat suasana pesta yang begitu hangat dan Patrick yang tampak sangat gembira, Leon berpikir permintaannya mungkin akan dikabulkan.

Namun, di luar dugaannya, raut wajah Patrick langsung berubah masam begitu Leon selesai bicara.

Patrick meletakkan gelasnya dengan kasar. "Leon, kamu sengaja datang untuk membuat onar, ya?" tanyanya dengan nada penuh penghinaan.

Catherine buru-buru mencoba menenangkan. "Ayah, tolong jangan marah. Leon hanya bercanda, jangan dianggap serius."

Setelah itu, dia hendak menarik Leon ke sudut ruangan.

Namun, Molly Herman, sepupu Catherine, menyela dengan sinis, "Catherine, kasihan sekali kamu. Suamimu ternyata pria tak berguna seperti ini! Dia sama sekali bukan bagian dari Keluarga Herman, tapi berani-beraninya mengharapkan warisan. Apa dia tidak punya rasa malu?"

"Benar sekali! Orang ini tidak punya sopan santun. Hari ini bukan hanya ada Keluarga Herman, tapi juga banyak tamu lain. Dia bicara seperti itu, benar-benar membuatku malu!" timpal Jackson Herman, cucu kesayangan Patrick, yang berdiri di sisi kanannya.

Jackson sejak kecil tidak pernah menyukai Catherine, jadi ucapannya sangat tajam dan tanpa ampun.

"Orang rendahan tidak beradab seperti dia seharusnya diusir dari Keluarga Herman!"

"Betul, dia sudah mencoreng nama baik keluarga."

"Dia minta mesin pemotong rumput? Ya Tuhan, apa dia sedang mengejek kita?"

"Kemampuannya bahkan tidak lebih baik dari pembantu di vila ini!"

"Sebagai laki-laki, dia tidak punya harga diri sama sekali. Hidup menumpang pada istri, menjijikkan sekali."

"Keluar dari sini! Keluarga Herman tidak sudi menerima pecundang sepertimu!"

Leon terdiam.

Mendengar rentetan hinaan dari anggota Keluarga Herman, Leon hanya bisa menundukkan kepala tanpa membantah.

Empat tahun lalu, mendiang istri Patrick-lah yang memberinya sebuah keluarga, menyelamatkannya dari kehidupan jalanan dan membuatnya bisa bertahan hidup sampai sekarang.

Leon sangat berterima kasih untuk itu. Maka dari itu, meskipun terus-menerus dihina, dia tidak pernah sekali pun mengeluh.

Tiba-tiba, terdengar suara dari arah pintu utama.

"Pak Patrick, Presiden Direktur dari Corleone Investment Bank, Bapak Steve, telah tiba!"

Semua orang menoleh ke arah pintu. Seorang pria berpenampilan necis dan karismatik dalam balutan setelan jas mahal melangkah masuk.

Corleone Investment Bank adalah bank investasi sekaliber Goldman Sachs dan Morgan Stanley, sebuah nama besar di kancah internasional.

Steve, sebagai presiden direkturnya, tentu saja merupakan figur penting di kalangan atas.

Banyak orang yang ingin menjilat Steve tetapi tak pernah mendapat kesempatan. Namun hari ini, dia justru datang sendiri ke vila Keluarga Herman.

"Pak Patrick yang terhormat, maafkan saya datang tanpa diundang. Sebagai tanda permintaan maaf, saya sudah menyiapkan sebuah hadiah!" sapa Steve ramah sambil menyodorkan sebuah kotak kado yang terbungkus indah.

"Tidak, tidak, Tuan Steve Yang Terhormat. Kehadiran Anda di rumah saya adalah sebuah kehormatan bagi Keluarga Herman," balas Patrick dengan nada paling antusias.

Dia menerima kotak itu dan membukanya. Di dalamnya, ternyata ada sebuah kartu bank!

"Pak Patrick, di dalam kartu ini ada dana sebesar 5 juta dolar. Ini adalah hadiah yang saya siapkan untuk Catherine. Sejak pertama kali melihatnya, saya sudah jatuh cinta padanya. Saya juga sudah mendengar bahwa pernikahannya tidak bahagia. Saya bukan tipe orang yang suka merusak rumah tangga orang lain, tapi jelas sekali pria itu tidak pantas menjadi suami Catherine."

"Asalkan Catherine bersedia menikah dengan saya, 5 juta dolar ini akan menjadi miliknya selamanya!"

Setelah Steve selesai bicara, seluruh anggota Keluarga Herman kembali terkejut.

Sudah tahu bahwa Leon adalah suami Catherine, tetapi Steve berani mengatakan hal seperti itu di depan semua orang. Betapa rendahnya dia memandang Leon!

Namun, Leon memang hanya seorang pecundang. Jadi, selain marah dalam hati, tidak ada yang bisa dia lakukan.

"Catherine, saya tahu ini mungkin terlalu mendadak bagimu, tapi saya benar-benar mencintaimu. Saya tidak tahan melihatmu hidup bersama pecundang seperti itu. Jadi, tolong pertimbangkan baik-baik," kata Steve sambil tersenyum menatap Catherine, lalu berbalik dan pergi.

Sejak masuk hingga keluar, Steve tidak mengucapkan sepatah kata pun pada Leon. Di matanya, Leon hanyalah pecundang dari kelas bawah yang tidak punya hak untuk berbicara dengannya.

Setelah Steve pergi, barulah orang-orang di vila mulai berbisik-bisik. Wajah mereka dipenuhi ekspresi kaget, iri, dan cemburu.

"Ya Tuhan, orang sekaliber Steve datang langsung untuk melamar Catherine? Aku tidak sedang berhalusinasi, kan?"

"Astaga, kenapa Catherine beruntung sekali? Kalau dia bisa menikah dengan Steve, aku tidak bisa membayangkan betapa mewahnya hidupnya nanti!"

"Kalau Catherine menikah dengan Steve, itu juga akan membawa keuntungan besar bagi Keluarga Herman!"

Lucy Herman, sepupu Catherine yang lain, segera menghampiri Leon. "Leon," katanya, "asal kamu mau menceraikan Catherine, aku akan belikan kamu mesin pemotong rumput yang paling bagus. Bagaimana?"

"Leon, aku juga bisa membelikanmu satu!"

"Aku juga, Leon. Kalau kamu masih punya harga diri, ceraikan saja Catherine. Biarkan dia mengejar kebahagiaannya sendiri!"

Patrick berpikir selama beberapa menit, lalu berkata, "Leon, asalkan kamu mau menceraikan Catherine, aku bersedia atas nama keluarga memberimu 2 juta dolar, ditambah sebuah rumah. Bagaimana?"

Leon mengangkat kepalanya, menatap Catherine yang berdiri di sampingnya, lalu berkata dengan sangat tegas, "Pak Patrick, saya tidak peduli dengan uang. Saya hanya ingin bersama Catherine. Jadi tolong, jangan katakan hal seperti itu lagi."

Patrick mengerutkan keningnya, lalu membentak marah, "Keluar! Keluar dari sini sekarang juga! Dasar benalu yang hanya bisa menumpang hidup pada istri, Keluarga Herman tidak sudi menerimamu!"

Leon tertegun sejenak. Reaksi Patrick membuatnya sangat sakit hati. Namun, para penjaga keamanan sudah melangkah maju. Terpaksa, dia berbalik dan berjalan menuju pintu.

"Leon."

Catherine tampak ragu, tidak tahu apakah harus ikut pergi atau tidak.

"Catherine, kalau kamu berani melangkah keluar juga, mulai hari ini kamu bukan lagi anggota Keluarga Herman!"

Melihat keraguan di wajah Catherine, Patrick berkata dengan nada sedingin es.

Langkah Catherine terhenti. Dia tidak menyangka ayahnya akan mengucapkan kata-kata yang begitu dingin dan kejam.

Leon berkata, "Catherine, aku bisa menjaga diriku sendiri. Kamu tetaplah di sini."

Setelah itu, dia pun pergi.

Jackson bersiul mengejek, "Oh, Leon Sayang. Apa kamu lupa? Ini kan daerah pinggiran kota, tidak ada bus. Kamu mau pulang naik apa? Perlu aku beri kamu tip 5 dolar? Cukup untuk ongkos taksi."

Sambil berkata begitu, Jackson mengeluarkan segenggam koin dan melemparkannya ke arah Leon.

Seluruh anggota Keluarga Herman tertawa terbahak-bahak.

Leon tidak mengatakan apa-apa, terus berjalan keluar.

Tepat pada saat itu, ponselnya bergetar, menerima sebuah pesan singkat.

Dia meraih ponselnya dan melihat pesan itu datang dari nomor yang sangat dia benci.

"Leon, kami sedang dalam kesulitan. Keluarga Corleone membutuhkanmu."

"Pesan dari Keluarga Corleone," gumam Leon sambil mengerutkan kening membaca isi pesan itu.

Keluarga Corleone adalah keluarga paling berpengaruh di pulau ini, dan Leon adalah salah satu anggotanya.

Empat tahun lalu, dia dijebak oleh beberapa anggota Keluarga Corleone. Mereka menuduhnya menggelapkan dana keluarga, mencabut haknya sebagai pewaris, dan mengusirnya dari keluarga.

Bahkan kedua orang tua Leon juga diusir ke luar negeri, diasingkan ke sebuah benua yang dipenuhi hutan belantara dan binatang buas.

Saat meninggalkan Keluarga Corleone, Leon tidak punya uang sepeser pun dan sialnya dia jatuh sakit parah.

Untungnya, saat menggelandang di jalanan, dia bertemu dengan nenek Catherine, Harris Herman, orang yang paling dia hormati.

Harris membawa Leon ke Keluarga Herman dan menjodohkannya dengan Catherine. Berkat itulah, Leon bisa bertahan hidup sampai sekarang.

Untuk itu, Leon selalu menyimpan rasa terima kasih yang mendalam.

Namun, sudah empat tahun berlalu sejak pernikahan mereka, Leon tidak pernah tidur sekamar dengan Catherine. Mereka hanyalah suami-istri di atas kertas.

Selama empat tahun ini, Leon selalu tidur di lantai ruang tamu atau di gudang.

Namun, Leon sebenarnya sudah terbiasa dengan kehidupan seperti itu.

Yang membuatnya menderita adalah, meskipun Catherine bersikap sangat dingin padanya, dia sadar bahwa dirinya telah jatuh cinta pada wanita itu.

Saat Leon sedang bernostalgia, sebuah pesan masuk lagi.

"Leon yang terhormat, mohon segera balas. Empat tahun lalu Anda membeli sebuah sumur minyak di Timur Tengah. Sumur itu kini telah berhasil menemukan minyak dan perusahaannya sudah melantai di bursa! Akibat konflik Rusia-Ukraina, harga energi internasional terus meroket, dan nilai sumur minyak itu kini telah mencapai 10 miliar dolar! Keluarga Corleone sedang di ambang kebangkrutan karena investasi yang gagal. Keluarga membutuhkan bantuan Anda, jika tidak, Keluarga Corleone akan musnah."

Leon sangat terkejut. Empat tahun lalu, dia memang menggunakan lebih dari 100 juta dolar untuk membeli sebuah sumur minyak. Itulah yang menjadi alasan Keluarga Corleone menuduhnya menggelapkan dana keluarga.

Namun sekarang, sumur minyak itu benar-benar ditemukan dan nilainya meroket ratusan kali lipat?

Leon segera mengeluarkan sebuah kartu bank berwarna abu-abu dari dompetnya. Ini adalah kartu bank khusus. Pemilik kartu jenis ini akan mendapatkan pelayanan paling istimewa selama 24 jam, di mana pun di belahan bumi ini.

Dia langsung menghubungi layanan pelanggan bank penerbit kartu tersebut. Suara yang sangat merdu terdengar dari seberang telepon.

"Bapak Corleone yang terhormat, ada yang bisa saya bantu?"

"Saya ingin tahu saldo di kartu saya," kata Leon.

"Mohon tunggu sebentar."

Dua menit kemudian, petugas itu kembali menjawab, "Bapak Corleone, dana di rekening Anda terlalu besar dan Anda telah diklasifikasikan sebagai nasabah tingkat tertinggi di bank kami. Saya tidak memiliki wewenang untuk memeriksanya. Jika Anda ingin tahu, saya perlu mengajukan permohonan ke departemen yang lebih tinggi. Mohon ditunggu, saya akan menghubungi Anda kembali."

"Baik." Leon menutup telepon, merasa sangat terkejut sekaligus gembira.

Karena jumlah aset di kartunya terlalu besar, petugas layanan pelanggan tidak bisa langsung menjawab dan bahkan mengklasifikasikannya sebagai nasabah tingkat tertinggi. Ini membuat Leon sangat senang.

Ini hanyalah investasi iseng yang dia lakukan empat tahun lalu, tetapi sekarang memberinya kekayaan yang tak terhingga. Bahkan saking besarnya, sampai-sampai petugas bank pun tidak bisa langsung memeriksanya.

Leon merasa luar biasa takjub.

Dia berjalan kaki pulang ke rumah. Karena berjalan kaki, perjalanannya memakan waktu cukup lama.

Setibanya di rumah, dia melihat Catherine sudah lebih dulu sampai. Tentu saja, Catherine pulang mengendarai mobil, jauh lebih cepat darinya.

Selain Catherine, ada dua tamu di rumah, yaitu Matilda Cole dan Kaden Allen.

Pria dan wanita itu adalah sahabat terbaik Catherine.

Ketiganya melihat Leon masuk melewati pintu, tetapi mereka menganggapnya seolah tak terlihat, sama sekali tidak menyapanya.

Matilda berkata dengan ekspresi serius, "Catherine, kamu jangan sungkan. Aku dengar belakangan ini perusahaanmu sedang kesulitan, benar?"

Catherine ragu sejenak, lalu mengangguk. "Iya, arus kas perusahaan sedang macet. Aku butuh setidaknya 8 juta dolar agar perusahaan bisa berjalan normal lagi. Aku harus segera mendapatkan uang itu, kalau tidak ...."

Matilda mengerutkan kening. "8 juta dolar? Ya Tuhan, itu bukan jumlah yang kecil. Kamu mau cari uang sebanyak itu dari mana?"

Di sebelahnya, Kaden yang berpenampilan sangat modis mengangguk, setuju dengan pendapat Matilda.

Catherine merasa pusing. Melihat Leon hanya berdiri diam di sudut ruangan, dia berkata dengan nada dingin, "Leon, kenapa kamu masih berdiri di situ? Tidak lihat toilet kotor? Cepat sana bersihkan!"

Leon dengan patuh berjalan menuju kamar mandi. Tepat saat itu, ponselnya berdering. Panggilan itu dari petugas bank yang tadi.

"Bapak Corleone yang terhormat, setelah saya periksa, seluruh aset Anda ditempatkan di rekening offshore. Oleh karena itu, pihak bank menyarankan agar Anda menyempatkan diri untuk datang langsung ke bank. Saat Anda siap berangkat, Anda bisa memberi tahu kami terlebih dahulu, dan kami akan mengirimkan mobil khusus untuk menjemput Anda. Apakah bisa?"

Leon mengangguk. "Oh, jadi uangku ada di rekening offshore. Boleh, nanti kalau ada waktu aku akan ke bank."

Setelah menutup telepon, Kaden yang mendengar ucapan Leon tersenyum sinis.

"Catherine, suamimu itu lucu sekali. Dia bilang punya dana di rekening offshore? Memangnya dia punya barang seperti itu?"

Catherine ikut tertawa. "Mungkin dia dengar istilah itu dari berita di TV. Membuka rekening offshore itu ada syarat minimal dananya. Leon setiap hari hanya dapat uang jajan 50 dolar dariku, mana mungkin dia punya uang untuk itu? Apa jangan-jangan uang jajannya dia tabung semua?"

"Hahaha, kalau begitu suamimu itu benar-benar pintar mengatur hidup, ya," canda Matilda. Ketiganya kembali tertawa.

Leon mendengar ejekan mereka, tetapi tidak marah. Sebaliknya, dia berkata kepada Catherine, "Sayang, kalau perusahaanmu butuh dana, aku bisa bantu. Aku bisa berikan 8 juta dolar."

Begitu Leon mengucapkan kalimat itu, Matilda langsung tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya.

Pakaiannya yang sudah seksi dari sananya, kini membuatnya terlihat semakin menggoda saat tertawa seperti itu.

Matilda mengejek, "Leon, kamu sedang melawak, ya? Kamu punya 8 juta dolar? Hahaha, kamu punya delapan ratus dolar saja sudah hebat."

Leon berkata, "Matilda, apa kamu seyakin itu aku tidak punya? Bagaimana kalau aku benar-benar punya 8 juta dolar?"

"Hahaha, kalau kamu benar-benar punya 8 juta dolar? Aku bersedia menuruti semua perintahmu."

Leon berkata dengan tenang, "Aku pegang ucapanmu, Matilda. Ini kamu sendiri yang bilang, loh. Jangan sampai kamu menyesal."

Bab Terakhir

Anda Mungkin Suka 😍

Anak Sambung? Sang Putri Palsu Kembali ke Pangkuan Konglomerat Triliunan

Anak Sambung? Sang Putri Palsu Kembali ke Pangkuan Konglomerat Triliunan

10.5k Dilihat · Sedang Diperbarui · Aji Pratama
[Ada male lead, alur romance 1 point, alur karier 9 point]
Pada kehidupan sebelumnya, Ayu Hartatiberjuang mati-matian untuk mempertahankan apa yang disebut 'ikatan keluarga'. Ia bersaing sengit dengan putri kandung yang bangkit kembali, berusaha mencengkeram segalanya justru berakhir dengan kehilangan segalanya, dan mati penuh dendam.

Setelah terlahir kembali, ia memutuskan untuk melepaskan.
Siapa peduli! Ia tidak akan melayani lagi!
Dengan gesit ia membereskan koper dan mengosongkan tempatnya, pergi mencari orang tua kandungnya.
Dengan persiapan hati untuk menerima takdirnya, tapi ternyata! Ini tidak seperti yang ia bayangkan!
Bukannya katanya keluarganya miskin melarat dan tak punya apa-apa?
Lalu, dinding bata emas yang berkilauan di sekeliling ini apa ini!?

Bukannya katanya ayahnya seorang penjudi yang menghabiskan semua harta keluarga dan lelaki tak berguna?
Pria yang memiliki setengah dari bisnis properti dengan beberapa blok jalan ini, benarkah itu dia?!
Bukannya katanya ibunya seorang perempuan pemarah dengan reputasi buruk di lingkungannya?
Seniman opera legendaris yang tiketnya sangat sulit didapat ini, benarkah itu dia?!
Bukannya katanya kakak laki-lakinya seorang lajang miskin yang mengayuh becak?
Bos tambang minyak yang kaya raya karena menggali sumur minyak ini, benarkah itu dia?!

Putri kandung yang telah dicari keluarga Hartati selama delapan belas tahun akhirnya kembali.
Titan bisnis, Jason Hartati, menyatakan: "Aku memang ditakdirkan memuja anak perempuan! Hatiku gelisah jika sehari saja tidak melihat putriku!"
Seniman legendaris, Shinta Widodo, berseru: "Kekasih hatiku! Buah jiwaku! Beli saja apa pun yang Ayu inginkan!"
Raja minyak, Keven Hartati, menggeram: "Adik perempuanku bukanlah sembarang orang yang bisa kalian incar! Siapapun yang berani menginginkan adikku, minggirlah!"
Pelacur Kakakku

Pelacur Kakakku

10.9k Dilihat · Selesai · Melody Raine
"Ucapin, Payton! Minta aku buat kamu klimaks dan kamu akan klimaks seperti belum pernah sebelumnya." Dia berjanji padaku. Saat dia mengatakannya, jarinya menelusuri segitiga kecil celana dalamku.
"Tolong, Jake. Sekarang. Buat aku klimaks." Aku memohon.
Payton selalu menjadi gadis baik sepanjang hidupnya. Dia hanya ingin keluar dari rumah ibu dan ayah tirinya dan menjalani hidupnya sendiri. Yang tidak dia duga adalah saudara tiri yang sudah lama hilang tiba-tiba muncul dalam hidup mereka dan menjadi teman sekamarnya. Memang benar dia adalah mantan Marinir dengan perut berotot, tapi dia juga seorang mekanik motor yang suka bicara kotor padanya. Kata-katanya membuat Payton bergetar dalam antisipasi, dan tangannya membuat tubuhnya berkedut dan kejang.
Pengantin Palsu: Pembantu Manis Menjadi Nyonya Howard

Pengantin Palsu: Pembantu Manis Menjadi Nyonya Howard

15.4k Dilihat · Sedang Diperbarui · Elowen Thorne
Natalie mengambil peran sebagai pembantu di rumah keluarga Cullen demi ibunya yang sakit parah. Dia diminta untuk berpura-pura menjadi Nona Cullen. Dia harus berinteraksi dengan tunangan Nona Cullen, Adrian Howard, bahkan berbagi tempat tidur dengannya! Saat menyamar sebagai Nona Cullen, Adrian bersikap baik padanya, tetapi ketika Natalie kembali ke identitas aslinya, Adrian salah mengira dia sebagai pemburu harta. Meskipun ada kebingungan identitas, ada percikan yang tak terbantahkan antara Natalie dan Adrian. Pertanyaannya adalah: kapan Adrian akan menyadari bahwa kasih sayangnya yang tulus bukan untuk Nona Cullen yang licik, tetapi untuk Natalie yang sebenarnya?

Pembaca yang terhormat, karena beberapa masalah kesehatan, saya perlu memperlambat jadwal pembaruan untuk cerita kesayangan kita untuk sementara waktu. Terima kasih atas pengertian dan dukungan Anda yang terus berlanjut!
Ayah Sahabat Terbaikku

Ayah Sahabat Terbaikku

39.3k Dilihat · Sedang Diperbarui · P.L Waites
Elona, yang berusia delapan belas tahun, sedang berada di ambang babak baru dalam hidupnya—tahun terakhirnya di SMA. Dia memiliki impian untuk menjadi model. Namun, di balik penampilan percaya dirinya, ada rahasia yang ia simpan—perasaan suka pada seseorang yang tak terduga—Pak Crane, ayah dari sahabatnya.

Tiga tahun lalu, setelah kehilangan istrinya secara tragis, Pak Crane, seorang pria yang sangat tampan, kini menjadi seorang miliarder pekerja keras, simbol kesuksesan dan rasa sakit yang tak terucapkan. Dunianya bersinggungan dengan Elona melalui sahabatnya, jalan yang mereka tinggali, dan persahabatannya dengan ayah Elona.

Suatu hari yang menentukan, sebuah kesalahan kecil mengubah segalanya. Elona secara tidak sengaja mengirimkan serangkaian foto yang agak terbuka kepada Pak Crane, yang seharusnya dikirimkan kepada sahabatnya. Saat dia duduk di meja rapat, Pak Crane menerima gambar-gambar tak terduga tersebut. Pandangannya tertahan di layar, dia harus membuat pilihan.

Apakah dia akan menghadapi pesan yang tidak disengaja itu, mempertaruhkan persahabatan yang rapuh dan mungkin membangkitkan emosi yang tak terduga?

Ataukah dia akan bergulat dengan keinginannya sendiri dalam diam, mencari cara untuk menavigasi wilayah yang belum terpetakan ini tanpa mengganggu kehidupan di sekitarnya?
Rayuan untuk Kakak Tiriku si Mafia

Rayuan untuk Kakak Tiriku si Mafia

5.6k Dilihat · Sedang Diperbarui · Aji Pratama
Pada hari tergelap dalam hidupku, aku bertemu dengan seorang pria yang sangat tampan di sebuah bar jalanan di Jakarta. Pria itu memiliki otot dada yang sangat menawan untuk disentuh. Kami melewatkan malam penuh gairah yang tak terlupakan, namun itu hanyalah hubungan satu malam, dan aku bahkan tidak tahu namanya.

Ketika aku kembali ke Bali dan melanjutkan karierku sebagai dokter, aku dipaksa untuk menghadiri pernikahan ibu angkatku — dan di sanalah dia berada. Kakak tiriku ternyata adalah partner satu malamku!

Jantungku hampir berhenti berdetak.

Keluarga ayah tiriku adalah dinasti yang sangat kaya dan berkuasa di Bali, terlibat dalam jaringan bisnis yang kompleks dan diselubungi misteri, termasuk nuansa gelap serta kekerasan.

Aku ingin menjauh dari siapa pun dari keluarga mafia tradisional Indonesia ini.

Tapi kakak tiriku tidak mau melepaskanku!

Dan sekarang, dia kembali ke Bali, mengelola bisnis keluarganya dengan efisiensi yang kejam. Dia adalah perpaduan berbahaya dari kalkulasi dingin dan daya tarik yang tak terbantahkan, menarikku ke dalam jalinan takdir yang tidak bisa kuhindari.

Secara naluri aku ingin menjauhi bahaya, menjauh darinya, tetapi takdir terus mendorongku kepadanya lagi dan lagi, dan aku kecanduan padanya di luar kendaliku. Seperti apa masa depan kami?
Bacalah bukunya.
Cinta Terlarang: Aku dan Ayah Sahabatku

Cinta Terlarang: Aku dan Ayah Sahabatku

55.9k Dilihat · Sedang Diperbarui · Ayuk Simon
CATATAN TENTANG ISI

BUKU INI MENGANDUNG BANYAK ADEGAN EROTIS, PERMAINAN NAFAS, PERMAINAN TALI, SOMNOPHILIA, DAN PERMAINAN PRIMAL. ISINYA DEWASA KARENA DIBERIKAN RATING 18+. BUKU-BUKU INI ADALAH KOLEKSI BUKU YANG SANGAT PANAS YANG AKAN MEMBUAT KAMU MENCARI VIBRATOR DAN MENINGGALKAN CELANA DALAMMU BASAH. Nikmati, cewek-cewek, dan jangan lupa untuk berkomentar.

XoXo

Dia menginginkan keperawananku.
Dia ingin memiliki diriku.
Aku hanya ingin menjadi miliknya.

Tapi aku tahu ini lebih dari sekadar membayar hutang. Ini tentang dia yang ingin memiliki diriku, bukan hanya tubuhku, tapi setiap bagian dari siapa diriku.
Dan yang paling gila dari semuanya adalah kenyataan bahwa aku ingin memberikan segalanya padanya.

Aku ingin menjadi miliknya.
Paket: Aturan Nomor 1 - Tidak Ada Pasangan

Paket: Aturan Nomor 1 - Tidak Ada Pasangan

16.4k Dilihat · Sedang Diperbarui · Jaylee
Bibir panas dan lembut menyentuh telinga saya dan dia berbisik, "Kamu pikir aku tidak menginginkanmu?" Dia mendorong pinggulnya ke depan, menggiling ke belakang pantat saya dan saya mengerang. "Benarkah?" Dia tertawa kecil.

"Lepaskan aku," saya merengek, tubuh saya gemetar dengan hasrat. "Aku tidak mau kamu menyentuhku."

Saya jatuh ke depan di atas tempat tidur lalu berbalik untuk menatapnya. Tato gelap di bahu Domonic yang berotot bergetar dan mengembang dengan hembusan napasnya. Senyum dalam dengan lesung pipitnya penuh dengan kesombongan saat dia meraih ke belakang untuk mengunci pintu.

Menggigit bibirnya, dia berjalan mendekati saya, tangannya menuju ke jahitan celananya dan tonjolan yang semakin membesar di sana.

"Kamu yakin tidak mau aku menyentuhmu?" Dia berbisik, membuka simpul dan menyelipkan tangan ke dalam. "Karena demi Tuhan, itulah yang selalu ingin aku lakukan. Setiap hari sejak kamu melangkah ke bar kami dan aku mencium aroma sempurnamu dari seberang ruangan."


Baru mengenal dunia shifter, Draven adalah manusia yang sedang melarikan diri. Seorang gadis cantik yang tidak ada yang bisa melindunginya. Domonic adalah Alpha dingin dari Red Wolf Pack. Sebuah persaudaraan dari dua belas serigala yang hidup dengan dua belas aturan. Aturan yang mereka sumpah tidak akan pernah dilanggar.

Terutama - Aturan Nomor Satu - Tidak Ada Pasangan

Ketika Draven bertemu Domonic, dia tahu bahwa dia adalah pasangannya, tetapi Draven tidak tahu apa itu pasangan, hanya bahwa dia telah jatuh cinta dengan seorang shifter. Seorang Alpha yang akan menghancurkan hatinya untuk membuatnya pergi. Berjanji pada dirinya sendiri, dia tidak akan pernah memaafkannya, dia menghilang.

Tapi dia tidak tahu tentang anak yang dikandungnya atau bahwa saat dia pergi, Domonic memutuskan aturan dibuat untuk dilanggar - dan sekarang apakah dia akan menemukannya lagi? Apakah dia akan memaafkannya?
Terjebak Dengan Tiga Bos Seksi Saya

Terjebak Dengan Tiga Bos Seksi Saya

31.5k Dilihat · Selesai · Oguike Queeneth
"Memekmu basah banget buat kami, minta banget buat dipakai." Suaranya yang dalam membuatku merinding.

"Kamu mau itu, sayang? Kamu mau kami kasih apa yang diinginkan memek kecilmu?"

"Y...ya, Pak." Aku menghela napas.


Kerja keras Joanna Clover selama kuliah terbayar ketika dia mendapat tawaran pekerjaan sebagai sekretaris di perusahaan impiannya, Dangote Group of Industries. Perusahaan ini dimiliki oleh tiga pewaris mafia, mereka tidak hanya memiliki bisnis bersama, tetapi juga kekasih dan sudah bersama sejak masa kuliah.

Mereka tertarik secara seksual satu sama lain tetapi mereka berbagi segalanya bersama termasuk wanita dan mereka menggantinya seperti baju. Mereka dikenal sebagai playboy paling berbahaya di dunia.

Mereka ingin berbagi dirinya, tapi apakah dia akan menerima kenyataan bahwa mereka juga bercinta satu sama lain?

Apakah dia akan mampu menavigasi antara bisnis dan kesenangan?

Dia belum pernah disentuh oleh pria sebelumnya apalagi tiga sekaligus. Apakah dia akan menurut?
Mantan Istri yang Tak Terlupakan

Mantan Istri yang Tak Terlupakan

8k Dilihat · Sedang Diperbarui · Dewi Sartika
Momen paling memalukan dalam hidupku adalah ketika ayahku mengusir ibu dan aku keluar dari rumah. Setelah insiden itulah aku menerobos masuk ke dalam kehidupan Ari Limbong. Sejak saat itu, duniamu hancur berantakan, dan satu-satunya harapanku hanyalah menua bersamanya.

Dia melamarku, dan kuterima. Bagaimana mungkin aku menolak pria yang sudah lama kusukai? Dia menjelaskan dengan tegas bahwa hubungan kami hanya berdasarkan uang dan seks, dan aku tidak keberatan. Dalam pernikahan tanpa cinta itu, aku sudah puas hanya bisa berada di sampingnya.

Dia mengajukan gugatan cerai, dan kusetujui. Lima tahun pernikahan berakhir dalam satu hari. Aku merasa putus asa, dan hanya berharap untuk tidak pernah melihatnya lagi.

Setelahnya, dia berkata, "Sari, mari kita menikah lagi." Aku sama sekali tidak merasa apa-apa dan menjawab, "Pak Limbong, kurasa tidak ada yang perlu kita bicarakan selain urusan bisnis."

Dia meraih pinggangku dan berkata, "Kau yakin? Anak itu baru saja memanggilku Ayah!"
Guru Montok dan Menggoda Saya

Guru Montok dan Menggoda Saya

54.5k Dilihat · Sedang Diperbarui · Henry
Nama saya Kevin, dan saya seorang siswa SMA. Saya mengalami pubertas lebih awal, dan karena penis saya yang besar, saya sering memiliki tonjolan yang jelas saat pelajaran olahraga. Teman-teman sekelas saya selalu menghindari saya karena hal itu, yang membuat saya sangat tidak percaya diri ketika masih muda. Saya bahkan berpikir untuk melakukan sesuatu yang drastis untuk menghilangkannya. Sedikit yang saya tahu, penis besar yang saya benci sebenarnya adalah sesuatu yang dikagumi oleh guru-guru saya, wanita cantik, dan bahkan selebriti. Hal itu akhirnya mengubah hidup saya.
(Terdapat banyak konten seksual dan merangsang, anak di bawah umur tidak diperbolehkan membaca!!!)
Kecanduan Teman Ayahku

Kecanduan Teman Ayahku

65.2k Dilihat · Sedang Diperbarui · Keziah Agbor
PERINGATAN KONTEN!!!

BUKU INI MENGANDUNG BANYAK ADEGAN EROTIS, PERMAINAN NAFAS, PERMAINAN TALI, SOMNOPHILIA, DAN PERMAINAN PRIMAL.
BUKU INI DIBERIKAN RATING 18+ DAN PENUH DENGAN KONTEN DEWASA.
BUKU INI ADALAH KOLEKSI BUKU-BUKU YANG SANGAT PANAS YANG AKAN MEMBUAT CELANA DALAMMU BASAH DAN MENCARI VIBRATORMU.
SELAMAT BERSENANG-SENANG, DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTARMU.

**XoXo**

"Kamu akan menghisap kontolku seperti gadis baik yang kamu adalah, oke?"

Setelah bertahun-tahun dibully dan harus menghadapi hidupnya sebagai tomboy, ayah Jamie mengirimnya ke sebuah peternakan untuk bekerja pada seorang pria tua, tetapi pria tua ini ternyata adalah fantasi terliarnya.

Seorang pria yang menidurinya dan mengeluarkan sisi femininnya. Jamie jatuh cinta pada Hank, tetapi ketika wanita lain muncul, apakah Jamie memiliki dorongan untuk memperjuangkan pria yang memberi hidupnya sedikit bumbu dan makna untuk terus hidup?