Kisah Pewaris Konglomerat

Kisah Pewaris Konglomerat

Rina Wati · Sedang Diperbarui · 156.0k Kata

609
Populer
619
Dilihat
0
Ditambahkan
Tambah ke Rak
Mulai Membaca
Bagikan:facebooktwitterpinterestwhatsappreddit

Pendahuluan

Dulunya, hidupnya sangat menyedihkan dan diremehkan oleh istrinya. Namun, sejak ia mewarisi harta miliaran, segalanya berubah.
Mertua perempuannya bersimpuh memohon, "Kumohon, jangan tinggalkan putriku."
Istrinya pun berkata dengan penuh penyesalan, "Sayang, aku salah..."

Bab 1

Suasana di dalam vila mewah Keluarga Herman yang terletak di pinggiran kota terasa begitu meriah.

Patrick Herman, sebagai kepala Keluarga Herman yang terpandang, baru saja menerima warisan dalam jumlah besar dari leluhurnya. Untuk merayakan kabar gembira ini, dia sengaja mengumpulkan seluruh anggota Keluarga Herman.

Hari ini, vila itu begitu ramai hingga garasi pun tak sanggup menampung semua mobil yang datang.

Para anggota keluarga mengangkat gelas anggur mereka dengan senyum lebar di wajah, serempak berkata, "Selamat, Ayah."

Patrick membalas dengan senyum bahagia, suaranya terdengar lantang dan penuh semangat, "Terima kasih, anak-anakku. Dulu, leluhur kita menanggung penderitaan dan kerja keras yang tak terhingga hingga akhirnya bisa membangun keluarga ini sampai seperti sekarang. Melihat kalian semua sudah sukses dengan karier masing-masing, Ayah merasa sangat bangga. Belakangan ini Ayah memang menerima warisan dari leluhur kita, dan itu tentu saja hal yang menggembirakan. Tapi, Ayah sudah tua. Ayah rasa, harta ini tidak seharusnya menjadi milik Ayah seorang, tapi juga milik setiap anggota Keluarga Herman yang hadir di sini. Karena itu, Ayah berencana untuk membagikannya secara adil kepada kalian semua."

Mendengar itu, wajah seluruh anggota Keluarga Herman langsung berseri-seri penuh suka cita.

"Ya Tuhan! Apa ini benar? Ayah, terima kasih atas kemurahan hatimu!"

Patrick tersenyum, lalu menatap para anggota keluarga yang lebih muda.

"Jackson," katanya, "Ayah tahu kamu suka selancar, jadi Ayah hadiahkan sebuah vila peristirahatan di tepi pantai, nilainya sekitar 200 juta dolar."

"Lucy, Ayah tahu kamu sangat tertarik dengan mobil sport, jadi Ayah sudah siapkan satu unit Ferrari model terbaru untukmu. Tapi ingat, hati-hati saat mengemudi, mobil itu kencang sekali."

"Emma, Ayah tahu kamu suka mengoleksi barang-barang mewah, jadi ini ada jam tangan Richard Mille untukmu, senilai 30 ribu dolar."

"Dan untukmu, Molly ...."

Patrick menjelaskan rencananya kepada setiap anggota keluarga. Mereka semua tertawa bahagia dan kembali mengangkat gelas mereka.

Patrick pun tersenyum puas.

Saat itulah, Leon Corleone, yang sedari tadi hanya diam, akhirnya angkat bicara. "Pak Patrick," ujarnya. "Saya tahu saya tidak akan dapat bagian. Tapi, bolehkah Bapak membelikan saya sebuah mesin pemotong rumput? Supaya nanti pekerjaan saya merapikan halaman jadi lebih mudah."

Seketika, seluruh anggota Keluarga Herman terperangah. Semua mata menatap Leon dengan tak percaya.

Apa Leon sudah mabuk?

Dia memang suami Catherine Herman, tetapi di dalam keluarga besar ini, statusnya tak lebih dari orang pinggiran!

Di momen sepenting ini, apa dia punya hak untuk bicara?

Nama belakangnya saja bukan Herman, beraninya dia meminta hadiah mesin pemotong rumput dari Patrick. Benar-benar tidak tahu malu!

Empat tahun lalu, mendiang istri Patrick bertemu dengan Leon, orang asing entah dari mana, dan memaksa putrinya, Catherine, untuk menikah dengannya.

Saat itu, rekening bank Leon kosong melompong. Penampilannya kumal dan berantakan, tak ubahnya seperti gelandangan di pinggir jalan.

Namun, tepat di hari pernikahan Leon dan Catherine, istri Patrick tiba-tiba meninggal dunia karena serangan jantung. Alasan di balik keputusannya yang aneh itu pun menjadi misteri yang tak pernah terpecahkan.

Setelah menikah, seluruh Keluarga Herman memandang rendah Leon. Dia dianggap sebagai pria tak berguna yang tidak bisa menghasilkan uang. Kerjanya setiap hari hanya menyapu, memasak, dan memotong rumput—lebih mirip seperti seorang ibu rumah tangga.

Sebenarnya, Leon terpaksa meminta mesin pemotong rumput itu.

Mesin yang lama sudah rusak, dan dia sendiri tidak punya uang. Sebagai seorang pria, dia tidak ingin semua kebutuhan dibebankan pada Catherine. Karena itulah, dia nekat bicara di saat seperti ini.

Melihat suasana pesta yang begitu hangat dan Patrick yang tampak sangat gembira, Leon berpikir permintaannya mungkin akan dikabulkan.

Namun, di luar dugaannya, raut wajah Patrick langsung berubah masam begitu Leon selesai bicara.

Patrick meletakkan gelasnya dengan kasar. "Leon, kamu sengaja datang untuk membuat onar, ya?" tanyanya dengan nada penuh penghinaan.

Catherine buru-buru mencoba menenangkan. "Ayah, tolong jangan marah. Leon hanya bercanda, jangan dianggap serius."

Setelah itu, dia hendak menarik Leon ke sudut ruangan.

Namun, Molly Herman, sepupu Catherine, menyela dengan sinis, "Catherine, kasihan sekali kamu. Suamimu ternyata pria tak berguna seperti ini! Dia sama sekali bukan bagian dari Keluarga Herman, tapi berani-beraninya mengharapkan warisan. Apa dia tidak punya rasa malu?"

"Benar sekali! Orang ini tidak punya sopan santun. Hari ini bukan hanya ada Keluarga Herman, tapi juga banyak tamu lain. Dia bicara seperti itu, benar-benar membuatku malu!" timpal Jackson Herman, cucu kesayangan Patrick, yang berdiri di sisi kanannya.

Jackson sejak kecil tidak pernah menyukai Catherine, jadi ucapannya sangat tajam dan tanpa ampun.

"Orang rendahan tidak beradab seperti dia seharusnya diusir dari Keluarga Herman!"

"Betul, dia sudah mencoreng nama baik keluarga."

"Dia minta mesin pemotong rumput? Ya Tuhan, apa dia sedang mengejek kita?"

"Kemampuannya bahkan tidak lebih baik dari pembantu di vila ini!"

"Sebagai laki-laki, dia tidak punya harga diri sama sekali. Hidup menumpang pada istri, menjijikkan sekali."

"Keluar dari sini! Keluarga Herman tidak sudi menerima pecundang sepertimu!"

Leon terdiam.

Mendengar rentetan hinaan dari anggota Keluarga Herman, Leon hanya bisa menundukkan kepala tanpa membantah.

Empat tahun lalu, mendiang istri Patrick-lah yang memberinya sebuah keluarga, menyelamatkannya dari kehidupan jalanan dan membuatnya bisa bertahan hidup sampai sekarang.

Leon sangat berterima kasih untuk itu. Maka dari itu, meskipun terus-menerus dihina, dia tidak pernah sekali pun mengeluh.

Tiba-tiba, terdengar suara dari arah pintu utama.

"Pak Patrick, Presiden Direktur dari Corleone Investment Bank, Bapak Steve, telah tiba!"

Semua orang menoleh ke arah pintu. Seorang pria berpenampilan necis dan karismatik dalam balutan setelan jas mahal melangkah masuk.

Corleone Investment Bank adalah bank investasi sekaliber Goldman Sachs dan Morgan Stanley, sebuah nama besar di kancah internasional.

Steve, sebagai presiden direkturnya, tentu saja merupakan figur penting di kalangan atas.

Banyak orang yang ingin menjilat Steve tetapi tak pernah mendapat kesempatan. Namun hari ini, dia justru datang sendiri ke vila Keluarga Herman.

"Pak Patrick yang terhormat, maafkan saya datang tanpa diundang. Sebagai tanda permintaan maaf, saya sudah menyiapkan sebuah hadiah!" sapa Steve ramah sambil menyodorkan sebuah kotak kado yang terbungkus indah.

"Tidak, tidak, Tuan Steve Yang Terhormat. Kehadiran Anda di rumah saya adalah sebuah kehormatan bagi Keluarga Herman," balas Patrick dengan nada paling antusias.

Dia menerima kotak itu dan membukanya. Di dalamnya, ternyata ada sebuah kartu bank!

"Pak Patrick, di dalam kartu ini ada dana sebesar 5 juta dolar. Ini adalah hadiah yang saya siapkan untuk Catherine. Sejak pertama kali melihatnya, saya sudah jatuh cinta padanya. Saya juga sudah mendengar bahwa pernikahannya tidak bahagia. Saya bukan tipe orang yang suka merusak rumah tangga orang lain, tapi jelas sekali pria itu tidak pantas menjadi suami Catherine."

"Asalkan Catherine bersedia menikah dengan saya, 5 juta dolar ini akan menjadi miliknya selamanya!"

Setelah Steve selesai bicara, seluruh anggota Keluarga Herman kembali terkejut.

Sudah tahu bahwa Leon adalah suami Catherine, tetapi Steve berani mengatakan hal seperti itu di depan semua orang. Betapa rendahnya dia memandang Leon!

Namun, Leon memang hanya seorang pecundang. Jadi, selain marah dalam hati, tidak ada yang bisa dia lakukan.

"Catherine, saya tahu ini mungkin terlalu mendadak bagimu, tapi saya benar-benar mencintaimu. Saya tidak tahan melihatmu hidup bersama pecundang seperti itu. Jadi, tolong pertimbangkan baik-baik," kata Steve sambil tersenyum menatap Catherine, lalu berbalik dan pergi.

Sejak masuk hingga keluar, Steve tidak mengucapkan sepatah kata pun pada Leon. Di matanya, Leon hanyalah pecundang dari kelas bawah yang tidak punya hak untuk berbicara dengannya.

Setelah Steve pergi, barulah orang-orang di vila mulai berbisik-bisik. Wajah mereka dipenuhi ekspresi kaget, iri, dan cemburu.

"Ya Tuhan, orang sekaliber Steve datang langsung untuk melamar Catherine? Aku tidak sedang berhalusinasi, kan?"

"Astaga, kenapa Catherine beruntung sekali? Kalau dia bisa menikah dengan Steve, aku tidak bisa membayangkan betapa mewahnya hidupnya nanti!"

"Kalau Catherine menikah dengan Steve, itu juga akan membawa keuntungan besar bagi Keluarga Herman!"

Lucy Herman, sepupu Catherine yang lain, segera menghampiri Leon. "Leon," katanya, "asal kamu mau menceraikan Catherine, aku akan belikan kamu mesin pemotong rumput yang paling bagus. Bagaimana?"

"Leon, aku juga bisa membelikanmu satu!"

"Aku juga, Leon. Kalau kamu masih punya harga diri, ceraikan saja Catherine. Biarkan dia mengejar kebahagiaannya sendiri!"

Patrick berpikir selama beberapa menit, lalu berkata, "Leon, asalkan kamu mau menceraikan Catherine, aku bersedia atas nama keluarga memberimu 2 juta dolar, ditambah sebuah rumah. Bagaimana?"

Leon mengangkat kepalanya, menatap Catherine yang berdiri di sampingnya, lalu berkata dengan sangat tegas, "Pak Patrick, saya tidak peduli dengan uang. Saya hanya ingin bersama Catherine. Jadi tolong, jangan katakan hal seperti itu lagi."

Patrick mengerutkan keningnya, lalu membentak marah, "Keluar! Keluar dari sini sekarang juga! Dasar benalu yang hanya bisa menumpang hidup pada istri, Keluarga Herman tidak sudi menerimamu!"

Leon tertegun sejenak. Reaksi Patrick membuatnya sangat sakit hati. Namun, para penjaga keamanan sudah melangkah maju. Terpaksa, dia berbalik dan berjalan menuju pintu.

"Leon."

Catherine tampak ragu, tidak tahu apakah harus ikut pergi atau tidak.

"Catherine, kalau kamu berani melangkah keluar juga, mulai hari ini kamu bukan lagi anggota Keluarga Herman!"

Melihat keraguan di wajah Catherine, Patrick berkata dengan nada sedingin es.

Langkah Catherine terhenti. Dia tidak menyangka ayahnya akan mengucapkan kata-kata yang begitu dingin dan kejam.

Leon berkata, "Catherine, aku bisa menjaga diriku sendiri. Kamu tetaplah di sini."

Setelah itu, dia pun pergi.

Jackson bersiul mengejek, "Oh, Leon Sayang. Apa kamu lupa? Ini kan daerah pinggiran kota, tidak ada bus. Kamu mau pulang naik apa? Perlu aku beri kamu tip 5 dolar? Cukup untuk ongkos taksi."

Sambil berkata begitu, Jackson mengeluarkan segenggam koin dan melemparkannya ke arah Leon.

Seluruh anggota Keluarga Herman tertawa terbahak-bahak.

Leon tidak mengatakan apa-apa, terus berjalan keluar.

Tepat pada saat itu, ponselnya bergetar, menerima sebuah pesan singkat.

Dia meraih ponselnya dan melihat pesan itu datang dari nomor yang sangat dia benci.

"Leon, kami sedang dalam kesulitan. Keluarga Corleone membutuhkanmu."

"Pesan dari Keluarga Corleone," gumam Leon sambil mengerutkan kening membaca isi pesan itu.

Keluarga Corleone adalah keluarga paling berpengaruh di pulau ini, dan Leon adalah salah satu anggotanya.

Empat tahun lalu, dia dijebak oleh beberapa anggota Keluarga Corleone. Mereka menuduhnya menggelapkan dana keluarga, mencabut haknya sebagai pewaris, dan mengusirnya dari keluarga.

Bahkan kedua orang tua Leon juga diusir ke luar negeri, diasingkan ke sebuah benua yang dipenuhi hutan belantara dan binatang buas.

Saat meninggalkan Keluarga Corleone, Leon tidak punya uang sepeser pun dan sialnya dia jatuh sakit parah.

Untungnya, saat menggelandang di jalanan, dia bertemu dengan nenek Catherine, Harris Herman, orang yang paling dia hormati.

Harris membawa Leon ke Keluarga Herman dan menjodohkannya dengan Catherine. Berkat itulah, Leon bisa bertahan hidup sampai sekarang.

Untuk itu, Leon selalu menyimpan rasa terima kasih yang mendalam.

Namun, sudah empat tahun berlalu sejak pernikahan mereka, Leon tidak pernah tidur sekamar dengan Catherine. Mereka hanyalah suami-istri di atas kertas.

Selama empat tahun ini, Leon selalu tidur di lantai ruang tamu atau di gudang.

Namun, Leon sebenarnya sudah terbiasa dengan kehidupan seperti itu.

Yang membuatnya menderita adalah, meskipun Catherine bersikap sangat dingin padanya, dia sadar bahwa dirinya telah jatuh cinta pada wanita itu.

Saat Leon sedang bernostalgia, sebuah pesan masuk lagi.

"Leon yang terhormat, mohon segera balas. Empat tahun lalu Anda membeli sebuah sumur minyak di Timur Tengah. Sumur itu kini telah berhasil menemukan minyak dan perusahaannya sudah melantai di bursa! Akibat konflik Rusia-Ukraina, harga energi internasional terus meroket, dan nilai sumur minyak itu kini telah mencapai 10 miliar dolar! Keluarga Corleone sedang di ambang kebangkrutan karena investasi yang gagal. Keluarga membutuhkan bantuan Anda, jika tidak, Keluarga Corleone akan musnah."

Leon sangat terkejut. Empat tahun lalu, dia memang menggunakan lebih dari 100 juta dolar untuk membeli sebuah sumur minyak. Itulah yang menjadi alasan Keluarga Corleone menuduhnya menggelapkan dana keluarga.

Namun sekarang, sumur minyak itu benar-benar ditemukan dan nilainya meroket ratusan kali lipat?

Leon segera mengeluarkan sebuah kartu bank berwarna abu-abu dari dompetnya. Ini adalah kartu bank khusus. Pemilik kartu jenis ini akan mendapatkan pelayanan paling istimewa selama 24 jam, di mana pun di belahan bumi ini.

Dia langsung menghubungi layanan pelanggan bank penerbit kartu tersebut. Suara yang sangat merdu terdengar dari seberang telepon.

"Bapak Corleone yang terhormat, ada yang bisa saya bantu?"

"Saya ingin tahu saldo di kartu saya," kata Leon.

"Mohon tunggu sebentar."

Dua menit kemudian, petugas itu kembali menjawab, "Bapak Corleone, dana di rekening Anda terlalu besar dan Anda telah diklasifikasikan sebagai nasabah tingkat tertinggi di bank kami. Saya tidak memiliki wewenang untuk memeriksanya. Jika Anda ingin tahu, saya perlu mengajukan permohonan ke departemen yang lebih tinggi. Mohon ditunggu, saya akan menghubungi Anda kembali."

"Baik." Leon menutup telepon, merasa sangat terkejut sekaligus gembira.

Karena jumlah aset di kartunya terlalu besar, petugas layanan pelanggan tidak bisa langsung menjawab dan bahkan mengklasifikasikannya sebagai nasabah tingkat tertinggi. Ini membuat Leon sangat senang.

Ini hanyalah investasi iseng yang dia lakukan empat tahun lalu, tetapi sekarang memberinya kekayaan yang tak terhingga. Bahkan saking besarnya, sampai-sampai petugas bank pun tidak bisa langsung memeriksanya.

Leon merasa luar biasa takjub.

Dia berjalan kaki pulang ke rumah. Karena berjalan kaki, perjalanannya memakan waktu cukup lama.

Setibanya di rumah, dia melihat Catherine sudah lebih dulu sampai. Tentu saja, Catherine pulang mengendarai mobil, jauh lebih cepat darinya.

Selain Catherine, ada dua tamu di rumah, yaitu Matilda Cole dan Kaden Allen.

Pria dan wanita itu adalah sahabat terbaik Catherine.

Ketiganya melihat Leon masuk melewati pintu, tetapi mereka menganggapnya seolah tak terlihat, sama sekali tidak menyapanya.

Matilda berkata dengan ekspresi serius, "Catherine, kamu jangan sungkan. Aku dengar belakangan ini perusahaanmu sedang kesulitan, benar?"

Catherine ragu sejenak, lalu mengangguk. "Iya, arus kas perusahaan sedang macet. Aku butuh setidaknya 8 juta dolar agar perusahaan bisa berjalan normal lagi. Aku harus segera mendapatkan uang itu, kalau tidak ...."

Matilda mengerutkan kening. "8 juta dolar? Ya Tuhan, itu bukan jumlah yang kecil. Kamu mau cari uang sebanyak itu dari mana?"

Di sebelahnya, Kaden yang berpenampilan sangat modis mengangguk, setuju dengan pendapat Matilda.

Catherine merasa pusing. Melihat Leon hanya berdiri diam di sudut ruangan, dia berkata dengan nada dingin, "Leon, kenapa kamu masih berdiri di situ? Tidak lihat toilet kotor? Cepat sana bersihkan!"

Leon dengan patuh berjalan menuju kamar mandi. Tepat saat itu, ponselnya berdering. Panggilan itu dari petugas bank yang tadi.

"Bapak Corleone yang terhormat, setelah saya periksa, seluruh aset Anda ditempatkan di rekening offshore. Oleh karena itu, pihak bank menyarankan agar Anda menyempatkan diri untuk datang langsung ke bank. Saat Anda siap berangkat, Anda bisa memberi tahu kami terlebih dahulu, dan kami akan mengirimkan mobil khusus untuk menjemput Anda. Apakah bisa?"

Leon mengangguk. "Oh, jadi uangku ada di rekening offshore. Boleh, nanti kalau ada waktu aku akan ke bank."

Setelah menutup telepon, Kaden yang mendengar ucapan Leon tersenyum sinis.

"Catherine, suamimu itu lucu sekali. Dia bilang punya dana di rekening offshore? Memangnya dia punya barang seperti itu?"

Catherine ikut tertawa. "Mungkin dia dengar istilah itu dari berita di TV. Membuka rekening offshore itu ada syarat minimal dananya. Leon setiap hari hanya dapat uang jajan 50 dolar dariku, mana mungkin dia punya uang untuk itu? Apa jangan-jangan uang jajannya dia tabung semua?"

"Hahaha, kalau begitu suamimu itu benar-benar pintar mengatur hidup, ya," canda Matilda. Ketiganya kembali tertawa.

Leon mendengar ejekan mereka, tetapi tidak marah. Sebaliknya, dia berkata kepada Catherine, "Sayang, kalau perusahaanmu butuh dana, aku bisa bantu. Aku bisa berikan 8 juta dolar."

Begitu Leon mengucapkan kalimat itu, Matilda langsung tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya.

Pakaiannya yang sudah seksi dari sananya, kini membuatnya terlihat semakin menggoda saat tertawa seperti itu.

Matilda mengejek, "Leon, kamu sedang melawak, ya? Kamu punya 8 juta dolar? Hahaha, kamu punya delapan ratus dolar saja sudah hebat."

Leon berkata, "Matilda, apa kamu seyakin itu aku tidak punya? Bagaimana kalau aku benar-benar punya 8 juta dolar?"

"Hahaha, kalau kamu benar-benar punya 8 juta dolar? Aku bersedia menuruti semua perintahmu."

Leon berkata dengan tenang, "Aku pegang ucapanmu, Matilda. Ini kamu sendiri yang bilang, loh. Jangan sampai kamu menyesal."

Bab Terakhir

Anda Mungkin Suka 😍

Dimanjakan oleh Miliarder setelah Dikhianati

Dimanjakan oleh Miliarder setelah Dikhianati

367.4k Dilihat · Sedang Diperbarui · FancyZ
Menikah selama empat tahun, Emily tetap tidak memiliki anak. Diagnosis rumah sakit membuat hidupnya terjun ke neraka. Tidak bisa hamil? Tapi suaminya jarang di rumah selama empat tahun ini, jadi bagaimana dia bisa hamil?
Emily dan suaminya yang miliarder berada dalam pernikahan kontrak; dia berharap bisa memenangkan cintanya melalui usaha. Namun, ketika suaminya muncul dengan seorang wanita hamil, dia putus asa. Setelah diusir, Emily yang tunawisma diambil oleh seorang miliarder misterius. Siapa dia? Bagaimana dia mengenal Emily? Yang lebih penting, Emily hamil.
Ketika Aku Mencintaimu

Ketika Aku Mencintaimu

958 Dilihat · Selesai · Yulinda Li
Cinta. Bolehkah seorang Shakila memperjuangkannya? Bertahan atas nama CINTA.
Bahagia. Meski terkadang, Shakila tahu untuk saat ini ia belum mendapatkan cinta.

Memperjuangkan cinta sepihaknya. Mengejar laki-laki yang telah memiliki seorang kekasih. Tapi, bukankah seseorang memiliki sebuah alasan ketika ia memutuskan untuk terus berjuang?

Shakila bukanlah seorang pelakor, namun tanpa sengaja sebuah peristiwa membuat dirinya dapat menikah dengan pria impiannya.
Tentu saja, hal tersebut merupakan sebuah keberuntungan baginya. Namun, berbanding terbalik dengan Delvin Arsalan Davendra. Bos Shakila itu menganggap jika pernikahannya adalah salah. Benar-benar salah. Tetapi, untuk saat ini ia tak mungkin menceraikan Shakila dengan cepatnya.

Lantas, bagaimana dengan saat yang akan datang? Apa Delvin masih menganggap jika pernikahannya adalah kesalahan? Atau malah sebaliknya?
Trilogi Efek Carrero

Trilogi Efek Carrero

3.3k Dilihat · Sedang Diperbarui · Leanne Marshall
Emma Anderson memiliki segalanya dalam hidupnya yang sudah terencana dengan baik. Dia memiliki pekerjaan sempurna di sebuah perusahaan besar di Manhattan yang memungkinkannya menjalani kehidupan yang tenang dan teratur. Hal ini sangat penting baginya, setelah masa kecil yang penuh dengan kenangan buruk, pelecehan, dan seorang ibu yang tidak berguna. Namun, ada satu masalah yang bisa menggagalkan semua yang dia pikir dia butuhkan dalam hidupnya. Promosinya membawanya langsung ke dalam pekerjaan dekat dengan Jacob Carrero, seorang miliarder muda, tampan, dan playboy dengan reputasi yang menakutkan sebagai pemain. Terjebak sebagai tangan kanannya, setiap saat dalam setiap hari, dia menyadari bahwa Jacob adalah tipe orang yang bisa membuatnya gila, dan bukan dalam arti yang baik. Seperti langit dan bumi, dia adalah segalanya yang bukan Emma. Impulsif, percaya diri, santai, dominan, dan menyenangkan, dengan sikap yang sangat santai terhadap seks kasual dan kencan. Jake adalah satu-satunya yang mampu menghancurkan eksterior dingin dan teratur Emma, yang tidak terpengaruh oleh sikap tertutup dan sopan santunnya, tetapi meskipun dia ingin, membiarkannya masuk adalah hal yang sangat berbeda. Masa lalu yang membuatnya waspada terhadap pria dan tidak ada keinginan untuk membiarkan satu pun cukup dekat untuk menyakitinya lagi, Jacob Carrero memiliki pekerjaan yang sulit. Dia bukan seseorang yang menerima jawaban TIDAK dan harus belajar bagaimana menembus jika dia menginginkan lebih dari topeng yang dia tunjukkan kepada dunia. Jake perlu menunjukkan padanya bahwa bahkan seseorang seperti dia bisa berubah ketika gadis yang penting itu berhasil menembus. Karakter yang seksi dan menyenangkan serta topik emosional yang mendalam. Mengandung beberapa konten dewasa dan bahasa yang matang.
Kesayangan CEO

Kesayangan CEO

1.7k Dilihat · Selesai · PageProfit Studio
Dalam sebuah persekongkolan, Gu Mengmeng menikahi kakak perempuan tertuanya, dan calon kakak iparnya menjadi seorang suami. Sejak saat itu, ia memulai kehidupan pernikahan yang harmonis setiap malam.
Dia adalah kaisar gelap yang ditakuti semua orang, dikabarkan kejam dan kejam, dan tegas, tetapi dia hanya memanjakannya tanpa hukum.
Suatu hari, reporter bertanya: "Nyonya Lu, apakah Anda memiliki sesuatu yang perlu ditakuti?"
Gu Mengmeng tidak meneteskan air mata di wajahnya.
Dia hanya takut pada dua hal sekarang.
Pertama, cium suamimu!
Kedua, suami tercinta setelah mematikan lampu!
Pengantin Pengganti

Pengantin Pengganti

1.4k Dilihat · Selesai · Miss Yulie 2
Mentari si pengantin dadakan. Terpaksa menggantikan posisi Kakak kembarnya, Samantha yang hilang di hari pernikahan. Namun, menjadi pengantin dadakan tak cukup menyelesaikan masalah. Tidak ada cinta, tidak ada perlakuan istimewa. Hanya cemoohan dan hal menyakitkan yang Mentari dapat.

Arga, laki-laki baik yang seharusnya adalah Kakak ipar kepada Mentari, tetapi justru menjadi suami. Seketika menjelma sebagai sosok dingin tak tersentuh. Dia tidak pernah ikhlas dengan kenyataan bahwa Samantha hilang dan digantikan oleh Mentari. Tak sehari pun waktu berlalu tanpa bayang mantan calon istrinya, tidak sekalipun memandang Mentari seperti sosok seharusnya. Tidak pernah ada cinta.
Bapak Ryan

Bapak Ryan

131.8k Dilihat · Selesai · Mary D. Sant
"Apa yang tidak bisa kamu kendalikan malam ini?" Aku memberikan senyum terbaikku, bersandar di dinding.
Dia mendekat dengan ekspresi gelap dan lapar,
begitu dekat,
tangannya meraih wajahku, dan dia menekan tubuhnya ke tubuhku.
Mulutnya mengambil milikku dengan rakus, sedikit kasar.
Lidahnya membuatku terengah-engah.
"Kalau kamu tidak ikut denganku, aku akan meniduri kamu di sini." Dia berbisik.


Katherine menjaga keperawanannya selama bertahun-tahun bahkan setelah dia berusia 18 tahun. Tapi suatu hari, dia bertemu dengan seorang pria yang sangat seksual, Nathan Ryan, di klub. Dia memiliki mata biru paling menggoda yang pernah dia lihat, dagu yang tegas, rambut pirang keemasan, bibir penuh, sempurna, dan senyum yang luar biasa, dengan gigi yang sempurna dan lesung pipit yang sialan itu. Sangat seksi.

Dia dan dia memiliki malam yang indah dan panas...
Katherine berpikir dia mungkin tidak akan bertemu pria itu lagi.
Tapi takdir punya rencana lain.

Katherine akan mengambil pekerjaan sebagai asisten seorang miliarder yang memiliki salah satu perusahaan terbesar di negara ini dan dikenal sebagai pria yang menaklukkan, otoritatif, dan sangat menggoda. Dia adalah Nathan Ryan!

Apakah Kate bisa menahan pesona pria yang menarik, kuat, dan menggoda ini?
Baca untuk mengetahui hubungan yang terombang-ambing antara kemarahan dan hasrat yang tak terkendali.

Peringatan: R18+, Hanya untuk pembaca dewasa.
Sang Profesor

Sang Profesor

17.2k Dilihat · Selesai · Mary Olajire
"Di tangan dan lututmu," dia memerintah.
Suaranya penuh dengan beban dan urgensi
dan aku segera menurut sebelum dia mengarahkan pinggulku.
Tubuh kami bertemu dengan irama yang keras dan marah.
Aku semakin basah dan panas saat mendengarkan suara kami bercinta.
"Sial, vaginamu gila."


Setelah satu malam panas dengan seorang pria asing yang dia temui di klub, Dalia Campbell tidak mengira akan bertemu Noah Anderson lagi. Kemudian Senin pagi tiba, dan orang yang masuk ke ruang kuliah sebagai dosen adalah pria asing dari klub itu. Ketegangan meningkat dan Dalia berusaha sekuat tenaga untuk menjauhinya karena dia tidak ingin terganggu oleh siapa pun atau apa pun - ada juga fakta bahwa dia benar-benar terlarang - tetapi ketika dia menjadi asisten dosennya, batasan hubungan dosen/mahasiswa mereka menjadi kabur.
Ayah Presiden, ayo segera

Ayah Presiden, ayo segera

846 Dilihat · Selesai · PageProfit Studio
Dia dikhianati oleh saudara tirinya dan secara tidak sengaja kehilangan dirinya dari seorang pria asing.
Dengan tubuh yang patah, tetapi dalam sedih mereka tidak berdaya ketika kecelakaan mobil ...
Empat tahun kemudian, dia memiliki putra yang cantik dan suami nominal.
Karena anaknya mengalami masalah, dia tidak sengaja bertemu dengan pria pengganggu bernama Li Shengtian, dan sejak saat itu, dia terjerat dengan itu.
Pria itu tidak hanya menciumnya pada kesempatan pertama, tetapi dia bahkan mengambil hati putranya se seakan-sesering itu.
Hidupnya benar-benar dalam kesulitan karena penampilannya.
Ketika orang-orang munafik suaminya mendirikan runtuh, kekejaman saudara perempuan terekspos, orang tua dan penggemar kehidupan sedikit tidak terwujud, ingatannya, juga mulai berangsur pulih.
Bekas luka dilucuti lapisan demi lapisan, dia menemukan bahwa dia telah terbiasa dengan keberadaan pria itu, bahkan jika semua orang meninggalkannya, hanya dia, masih ada untuk tidak meninggalkan ...
Sudah waktunya untuk menemukan suami untuk diri sendiri dan menemukan ayah kandungnya untuk anak anda!
Foxy Wife

Foxy Wife

548 Dilihat · Selesai · Raein23
Deby, nama perempuan yang rela memberikan seluruh hidup ke orang yang tak ia kenal demi pembalasan dendam atas kematian keluarganya.

Cinta bukanlah perioritas hidup Deby. Satu hal yang ditekankan, ia bukan perempuan nakal, orang terjepit hidup ataupun menjual diri.

Hanya melihat 'peruntungan' hubungan bersama seorang presdir Alzero Corp. Terikat penuh ke balas dendam.

Hidup sederhana cukup, Deby tak mengharapkan hal lain.

Menjadi istri diatas kertas adalah sebab ia mau. Sementara licik, licin dan perempuan ular bukanlah pilihan terakhir.

Deby sendiri yang memposisikan diri sendiri. So..., hit with that do. Done.

Zenit Alzero pun bukan orang yang terjebak, ia yang menawarkan. Tak ada dusta antara mereka.

Deby seorang anak dari mafia yang punya dendam ke keluarga Arnais, sepupu Zenit Alzero. Deby menikah ke Zen adalah untuk akses balas dendamnya.

Bagaimana jadinya Devil bertemu evil?

Akankah hubungan mereka berjalan baik?

Semua adalah kisah cinta dan balas dendam. bisakah cinta sejati mempersatukan mereka?
Anak Sambung? Sang Putri Palsu Kembali ke Pangkuan Konglomerat Triliunan

Anak Sambung? Sang Putri Palsu Kembali ke Pangkuan Konglomerat Triliunan

11.1k Dilihat · Sedang Diperbarui · Aji Pratama
[Ada male lead, alur romance 1 point, alur karier 9 point]
Pada kehidupan sebelumnya, Ayu Hartatiberjuang mati-matian untuk mempertahankan apa yang disebut 'ikatan keluarga'. Ia bersaing sengit dengan putri kandung yang bangkit kembali, berusaha mencengkeram segalanya justru berakhir dengan kehilangan segalanya, dan mati penuh dendam.

Setelah terlahir kembali, ia memutuskan untuk melepaskan.
Siapa peduli! Ia tidak akan melayani lagi!
Dengan gesit ia membereskan koper dan mengosongkan tempatnya, pergi mencari orang tua kandungnya.
Dengan persiapan hati untuk menerima takdirnya, tapi ternyata! Ini tidak seperti yang ia bayangkan!
Bukannya katanya keluarganya miskin melarat dan tak punya apa-apa?
Lalu, dinding bata emas yang berkilauan di sekeliling ini apa ini!?

Bukannya katanya ayahnya seorang penjudi yang menghabiskan semua harta keluarga dan lelaki tak berguna?
Pria yang memiliki setengah dari bisnis properti dengan beberapa blok jalan ini, benarkah itu dia?!
Bukannya katanya ibunya seorang perempuan pemarah dengan reputasi buruk di lingkungannya?
Seniman opera legendaris yang tiketnya sangat sulit didapat ini, benarkah itu dia?!
Bukannya katanya kakak laki-lakinya seorang lajang miskin yang mengayuh becak?
Bos tambang minyak yang kaya raya karena menggali sumur minyak ini, benarkah itu dia?!

Putri kandung yang telah dicari keluarga Hartati selama delapan belas tahun akhirnya kembali.
Titan bisnis, Jason Hartati, menyatakan: "Aku memang ditakdirkan memuja anak perempuan! Hatiku gelisah jika sehari saja tidak melihat putriku!"
Seniman legendaris, Shinta Widodo, berseru: "Kekasih hatiku! Buah jiwaku! Beli saja apa pun yang Ayu inginkan!"
Raja minyak, Keven Hartati, menggeram: "Adik perempuanku bukanlah sembarang orang yang bisa kalian incar! Siapapun yang berani menginginkan adikku, minggirlah!"
Flavour Its Yours

Flavour Its Yours

1.2k Dilihat · Selesai · Susan adaline
Perjodohan tak terduga harus dialami oleh Anna. Gadis itu bersedia untuk menikahi cinta pertamanya karena keinginan sang Kakek. . Namun sayangnya, Sean tidak bisa membuka hati untuk siapapun, termasuk Anna. Pernikahan yang mereka jalani hanya Anna lah yang memberikan seluruh hatinya kepada Sean. Meskipun Sean merupakan CEO kaya, muda dan tampan, namun itu tidak membuat Anna bahagia. Gadis itu hanya ingin bisa dicintai oleh suaminya dengan sepenuh hati.
"Kak Sean, walau kau tidak mencintaiku. Tapi, aku akan tetap berusaha menjadi istri yang terbaik untukmu."
-Anna-
"Kalau kau tau aku tidak mencintaimu, kenapa memilih untuk tetap menerima perjodohan ini?"
-Sean-
Pelacur Kakakku

Pelacur Kakakku

12.4k Dilihat · Selesai · Melody Raine
"Ucapin, Payton! Minta aku buat kamu klimaks dan kamu akan klimaks seperti belum pernah sebelumnya." Dia berjanji padaku. Saat dia mengatakannya, jarinya menelusuri segitiga kecil celana dalamku.
"Tolong, Jake. Sekarang. Buat aku klimaks." Aku memohon.
Payton selalu menjadi gadis baik sepanjang hidupnya. Dia hanya ingin keluar dari rumah ibu dan ayah tirinya dan menjalani hidupnya sendiri. Yang tidak dia duga adalah saudara tiri yang sudah lama hilang tiba-tiba muncul dalam hidup mereka dan menjadi teman sekamarnya. Memang benar dia adalah mantan Marinir dengan perut berotot, tapi dia juga seorang mekanik motor yang suka bicara kotor padanya. Kata-katanya membuat Payton bergetar dalam antisipasi, dan tangannya membuat tubuhnya berkedut dan kejang.