Bab 22

Umaya tergerak oleh aura murni gadis itu. Dia buru-buru menahan pikirannya, mengeluarkan jarum perak, lalu mulai menusuk titik bawah pusar yang ada di perut Alika sembari dengan sabar menjelaskannya Alika.

Tidak terasa, tiba-tiba hari sudah menjadi gelap.

"Apakah kamu sudah mengerti?" Umaya mencabut...

Masuk dan lanjutkan membaca