CHAPTER 112 - Pembalasan Pembalasan

Elara

Aku menggenggam surat itu dengan tangan gemetar, jari-jariku mengeratkan cengkeraman pada kertas perkamen yang ditulis Blayze. Kata-katanya terus terngiang di benakku berulang kali:

"Aku ingat. Aku ingat kamu, Elara. Aku ingat semuanya. Maafkan aku. Aku akan kembali. Kita akan mengungkapnya....

Masuk dan lanjutkan membaca