Bab 162 - Terlarang Atau Takdir?

Malam itu terlalu sunyi.

Bahkan pepohonan seakan ikut menahan napas saat aku menyelinap pergi dari ruang dewan dan masuk ke rimbun hutan. Udara dingin, tajam sampai menusuk ketika kutarik masuk ke paru-paru, membawa rasa getir getah pinus dan tanah lembap yang menempel di lidah.

Bulan menggantung ...

Masuk dan lanjutkan membaca