Bab 210 - Darah dan Pengkhianatan

Kael

Aroma darah menyelimuti udara... tebal, metalik, dan tajam. Rasanya melekat di lidahku saat aku menghembuskan napas, memindai kekacauan di depan.

Lapangan festival yang beberapa jam lalu dipenuhi tawa kini terbakar oleh api merah.

Jeritan bergema di alun-alun. Prajuritku bertarung dengan bay...

Masuk dan lanjutkan membaca