Bab [123] Cerai, Segera Cerai

Pintu kamar dibanting terbuka dengan satu tendangan keras.

Winda Pratama bersandar di kusen pintu, menatap dengan wajah meremehkan.

“Nikah sama keluarga kami itu udah keberuntungan buat kamu. Masih berani pasang muka ke aku? Coba lihat diri kamu, kerja sampe capek begitu, duit yang kamu bawa pula...

Masuk dan lanjutkan membaca