Bab [124] Winda Pratama yang Kejam

“Mau cerai, ya? Aku tanya kamu sekali lagi, kamu bener‑bener mau cerai?”

Suara yang meledak-ledak terdengar dari seberang.

Mata Winda Pratama langsung berbinar. Dia menahan tenggorokan, membalas, “Iya, aku mau cerai!”

“Baik! Akan aku kabulkan!”

Telepon terputus.

Winda Pratama menepuk-nepuk dada...

Masuk dan lanjutkan membaca