Bab 34 “Milikku!”

Dia masih memeluknya erat dengan hangat saat dia berbaring di sampingnya, dan dia tidak bisa lepas dari siksaan di pikirannya.

Bagaimana dia bisa menyentuhku? Aku hancur. Rasa hina menumpuk semakin tinggi hingga dia tak bisa menahannya lagi, dan air mata yang awalnya hanya menetes perlahan kini b...

Masuk dan lanjutkan membaca