Bab 23

Layla

Mereka terus menciumku dengan lembut sampai orgasmeku mereda. Ketika aku menatap mereka, mereka hanya tersenyum padaku. Aku tidak bisa menahan senyumku. Aku mendengar bel pintu dari kejauhan.

"Kalau kamu sudah siap, kamu bisa keluar, putri."

"Oke."

Setelah mereka berdua pergi, aku terus ber...

Masuk dan lanjutkan membaca