Bab 76

Dia berdiri cukup lama di sana, dadanya naik-turun saat menatapku. Wajahnya seperti orang yang baru dihantam badai—berantakan, lelah, putus asa. Tapi begitu melihat tembok yang kupasang rapat-rapat, dia paham kalau memaksa sekarang cuma akan bikin semuanya makin hancur.

“Oke,” bisiknya, rahangnya m...

Masuk dan lanjutkan membaca