BAB 44: KAMAR MANDI ANDA ADALAH PORTAL

Aku memejamkan mata erat-erat, jantungku berdebar kencang di bawah tulang rusukku saat aku meronta-ronta melawan cengkeraman yang menahanku.

Ketakutan yang merasuki diriku mirip dengan yang kurasakan ketika Pak Lincoln mencoba menyerangku di kedai kopi, yang rasanya sudah lama sekali. Kali ini, aku...

Masuk dan lanjutkan membaca