BAB 82: PANAS

"Hai," kata Nathan pelan.

Aku menarik napas tajam. Rambutnya berantakan ke segala arah seolah-olah dia telah mengacak-acaknya, dan dia terlihat muram.

"Hai," aku menghembuskan napas.

"Bisa kita..." Dia tampak menguatkan diri. "Bisa kita bicara?"

Sebenarnya aku tidak ingin bicara.

Tapi aku ingin...

Masuk dan lanjutkan membaca