135. SEBASTIAN H. (POV)

Aku mengelus perlahan kaki panjangnya yang halus, menghirup dalam-dalam aroma yang begitu akrab dan memabukkan, yang sepertinya tak pernah cukup bagiku. Aku mencium titik yang berdenyut, sejenak melupakan bahwa hati yang berdetak cepat ini bukanlah yang hatiku berdetak putus asa untuknya.

Gadis di ...

Masuk dan lanjutkan membaca