202. “Apakah itu bohong, Christopher?”

Christopher menutup matanya, rahangnya mengeras, seolah-olah tuduhanku menghantamnya dengan kekuatan peluru. Tapi saat dia menatapku lagi, matanya basah tapi tetap stabil, siap menghadapi kebenaran yang telah lama terkubur.

"Sepuluh tahun, Christopher." Suaraku pecah dengan isakan yang tertahan. "Se...

Masuk dan lanjutkan membaca