54. “Kenapa kamu merasa begitu baik?”

Aku mengerang lebih keras, merasakan kenikmatan yang semakin membara dengan setiap hentakan jari-jari Christopher yang tak kenal ampun. Lidahnya, menjilat klitorisku, melahap rasaku dengan rakus, membuatku tak mungkin bisa diam.

Dia melengkungkan jari-jarinya, mencari titik manisku, dan ketika nafa...

Masuk dan lanjutkan membaca